Bursa Asia Mixed, Investor Mercermati Data Inflasi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Asia bergerak variasi (mixed) pada perdagangan Kamis (11/5) pagi. Pukul 08.20 WIB, indeks Nikkei 225 turun 8,37 poin atau 0,03% ke 29.112,28, Hang Seng naik 80,78 poin atau 0,41% ke 19.842,98, Taiex naik 33,61 poin atau 0,16% ke 15.664,78, Kospi naik 14,29 poin atau 0,62% ke 2.512,01, ASX 200 turun 8,04 poin atau 0,11% ke 7.247,70, Straits Times turun 0,87 poin atau 0,04% ke 3.241,52 dan FTSE Malaysia naik 2,19 poin atau 0,15% ke 1.427,63.

Pergerakan bursa Asia berfluktuasi setelah saham di bursa AS bergerak variasi, sebagian menguat karena tekanan inflasi mereda.

Mengutip Bloomberg, saham bursa di Australia dan Jepang mixed, sedangkan saham di bursa Korea Selatan naik.


Baca Juga: Mayoritas Bursa Asia Melemah Jelang Perilisan Angka Inflasi AS

Inflasi AS pada April 2023 tercatat sebesar 4,9%, merupakan inflasi pertama di bawah 5% dalam dua tahun terakhir. Angka inflasi ini sekaligus di bawah ekspektasi konsensus. Namun, inflasi inti tetap sebesar 5,5%.

"Kami membutuhkan lebih banyak data inflasi untuk mengklarifikasi bahwa inflasi pasti menurun," kata Priya Misra, kepala strategi suku bunga global di TD Securities seperti dikutip Bloomberg.

"Pasar mungkin terlalu optimis dan terlalu membebani kelemahan di beberapa sektor yang secara inheren mudah berubah, seperti hotel."

Investor Asia akan mengalihkan fokus perhatiannya pada pertumbuhan inflasi konsumen dan produsen China yang akan dirilis pagi ini.

Sementara itu, di AS, Presiden Joe Biden dan anggota Kongres dari Partai Republik telah membuat sedikit kemajuan untuk mencegah gagal bayar utang AS. Presiden dan Ketua DPR Kevin McCarthy dijadwalkan akan kembali bertemu pada Jumat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi