KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks saham di sejumlah negara Asia ditutup bervariasi pada perdagangan Rabu (9/3). Indeks saham di Asia Timur seperti Nikkei, Shanghai Composite, dan Hang Seng ditutup melemah masing-masing 0,30%, 1,13%, dan 0,67%. Sementara itu, indeks di Asia Tenggara seperti Strait Times dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat masing-masing 1,48% dan 0,74%. Menurut Tim Riset Phillip Sekuritas Indonesia, pasar saham Asia yang ditutup bervariatif (mixed) karena investor masih menilai potensi dampak ekonomi dari perang di Ukraina. Sanksi ekonomi oleh Amerika Serikat (AS) dan sekutunya atas Rusia yang merupakan negara raksasa pengekspor komoditas telah memicu lonjakan harga minyak mentah, logam, gandum dan sejumlah komoditas lain. Menurut investor, ini merupakan sebuah langkah yang akan memperparah tingkat inflasi yang memang sebelumnya sudah tinggi dan menekan pertumbuhan ekonomi global atau kondisi yang lebih dikenal dengan istilah stagflasi.
Bursa Asia Mixed, Pasar Menakar Dampak Ekonomi Konflik Rusia-Ukraina
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks saham di sejumlah negara Asia ditutup bervariasi pada perdagangan Rabu (9/3). Indeks saham di Asia Timur seperti Nikkei, Shanghai Composite, dan Hang Seng ditutup melemah masing-masing 0,30%, 1,13%, dan 0,67%. Sementara itu, indeks di Asia Tenggara seperti Strait Times dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat masing-masing 1,48% dan 0,74%. Menurut Tim Riset Phillip Sekuritas Indonesia, pasar saham Asia yang ditutup bervariatif (mixed) karena investor masih menilai potensi dampak ekonomi dari perang di Ukraina. Sanksi ekonomi oleh Amerika Serikat (AS) dan sekutunya atas Rusia yang merupakan negara raksasa pengekspor komoditas telah memicu lonjakan harga minyak mentah, logam, gandum dan sejumlah komoditas lain. Menurut investor, ini merupakan sebuah langkah yang akan memperparah tingkat inflasi yang memang sebelumnya sudah tinggi dan menekan pertumbuhan ekonomi global atau kondisi yang lebih dikenal dengan istilah stagflasi.