Bursa Asia Pasifik Dibuka Beragam di Awal 2026, Singapura Catat Pertumbuhan Kuat



KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Bursa saham Asia Pasifik memulai perdagangan awal tahun 2026 dengan pergerakan beragam pada Jumat (2/1/2026), seiring investor mencermati kinerja Wall Street serta perkembangan ekonomi kawasan.

Sejumlah bursa di Asia masih tutup karena libur Tahun Baru, termasuk Jepang dan China daratan. Sementara itu, pasar saham Korea Selatan dijadwalkan dibuka lebih lambat dari biasanya, yakni pukul 10.00 waktu setempat.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 dibuka relatif datar pada awal perdagangan. Sementara di Hong Kong, kontrak berjangka indeks Hang Seng berada di level 25.648, sedikit lebih tinggi dibandingkan penutupan terakhir di 25.630,54.


Baca Juga: Bursa Asia Pasifik Dibuka Menguat Mengikuti Penguatan Wall Street, Jumat (12/9)

Sentimen positif datang dari Singapura. Perekonomian negara tersebut tumbuh 5,7% secara tahunan pada kuartal IV 2025, didorong oleh kinerja kuat sektor manufaktur sepanjang Oktober hingga Desember.

Capaian ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kuartal sebelumnya yang direvisi sebesar 4,3%.

Dalam pesan Tahun Baru yang disampaikan pada Rabu, Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menyatakan ekonomi Singapura secara keseluruhan tumbuh 4,8% sepanjang 2025, melampaui ekspektasi awal pemerintah.

Dari Amerika Serikat, kontrak berjangka indeks saham menunjukkan penguatan pada awal perdagangan Asia. Kontrak berjangka S&P 500 naik 0,15%, Nasdaq-100 menguat 0,12%, dan Dow Jones Industrial Average futures bertambah 0,16%.

Sebelumnya, pada perdagangan terakhir Wall Street di malam Tahun Baru, ketiga indeks utama AS ditutup melemah. Indeks S&P 500 turun 0,74%, Nasdaq Composite terkoreksi 0,76%, dan Dow Jones Industrial Average melemah 0,63%.

Baca Juga: Bursa Asia Pasifik Bergerak Bervariasi Usai Proyeksi Pertumbuhan Bank Dunia

Meski demikian, kinerja pasar saham AS sepanjang 2025 tetap solid. Indeks S&P 500 mencatatkan kenaikan tahunan sebesar 16,39 persen. Nasdaq Composite melesat 20,36%, didorong antusiasme investor terhadap sektor kecerdasan buatan (AI).

Sementara itu, Dow Jones menguat 12,97%, meski tertahan oleh minimnya eksposur terhadap saham teknologi.

Pergerakan pasar Asia Pasifik ke depan diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh arah kebijakan global, data ekonomi lanjutan, serta sentimen dari pasar keuangan Amerika Serikat.

Selanjutnya: Taiwan Tegang, Roket China Jatuh di Zona Lautnya

Menarik Dibaca: Promo PHD Double Box Hemat, Paket 2 Pizza dengan 14 Pilihan Topping Mulai Rp 80.000

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News