TOKYO. Bursa saham Asia menguat, Kamis (14/4) dengan indeks acuan regional menghapus penurunan tahun ini seiring bank sentral Singapura tanpa diduga meringankan kebijakan moneter dan pelemahan mata uang Jepang mendorong saham Jepang naik lebih tinggi. Indeks MSCI Asia Pacific naik 1,6 % ke level 132,10 pada pukul 17:02 sore waktu Tokyo, menguat 0,1 % pada tahun ini dan meningkat untuk hari ketujuh dalam kenaikan beruntun terpanjang sejak April 2015. Saham material dan industri memimpin 10 kelompok industri lebih tinggi pada indeks acuan regional, sementara keuntungan terbesar di saham Tokyo. Indeks Straits Times Singapura menguat 0,9 %, menuju penutupan tertinggi dalam 4,5 bulan terakhir. Indeks acuan Asia telah melonjak 17 % sejak 12 Februari lalu, dengan ekuitas global juga menghapus kerugian di tahun 2016, terkait data ekonomi kemarin yang menunjukkan ekspor China raih gain terbesar pada bulan lalu dalam setahun, menambah tanda-tanda perlambatan ekonomi di perekonomian terbesar di Asia kemungkinan tidak seperti yang dikhawatirkan oleh beberapa investor.
Bursa Asia sukses menghapus kerugian tahun ini
TOKYO. Bursa saham Asia menguat, Kamis (14/4) dengan indeks acuan regional menghapus penurunan tahun ini seiring bank sentral Singapura tanpa diduga meringankan kebijakan moneter dan pelemahan mata uang Jepang mendorong saham Jepang naik lebih tinggi. Indeks MSCI Asia Pacific naik 1,6 % ke level 132,10 pada pukul 17:02 sore waktu Tokyo, menguat 0,1 % pada tahun ini dan meningkat untuk hari ketujuh dalam kenaikan beruntun terpanjang sejak April 2015. Saham material dan industri memimpin 10 kelompok industri lebih tinggi pada indeks acuan regional, sementara keuntungan terbesar di saham Tokyo. Indeks Straits Times Singapura menguat 0,9 %, menuju penutupan tertinggi dalam 4,5 bulan terakhir. Indeks acuan Asia telah melonjak 17 % sejak 12 Februari lalu, dengan ekuitas global juga menghapus kerugian di tahun 2016, terkait data ekonomi kemarin yang menunjukkan ekspor China raih gain terbesar pada bulan lalu dalam setahun, menambah tanda-tanda perlambatan ekonomi di perekonomian terbesar di Asia kemungkinan tidak seperti yang dikhawatirkan oleh beberapa investor.