Bursa Asia Tertekan, Saham Teknologi Taiwan Anjlok Meski Laba TSMC Cetak Rekor



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa saham Asia kembali melemah pada perdagangan Jumat (17/7/2026), dipimpin oleh anjloknya saham-saham teknologi di Taiwan setelah investor melakukan aksi ambil untung pada sektor semikonduktor.

Tekanan terjadi meski produsen chip terbesar dunia, Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC), membukukan laba kuartalan tertinggi sepanjang sejarah.

Indeks MSCI Emerging Markets Asia sempat merosot hingga 2,3%, memperpanjang pelemahan hampir 5% dalam dua hari terakhir. Penurunan terbesar berasal dari Taiwan, yang memiliki bobot sekitar sepertiga dalam indeks tersebut.Indeks saham


Baca Juga: Bursa Asia Melemah, Saham Semikonduktor Tertekan Jelang Laporan Keuangan TSMC

Taiwan yang didominasi emiten semikonduktor anjlok hampir 6% ke level terendah dalam lima pekan.

Saham TSMC sendiri turun lebih dari 5%, sekaligus menjadi level terendah dalam hampir tiga pekan, meski perusahaan melaporkan laba kuartalan yang memecahkan rekor.

Analis menilai hasil keuangan yang kuat belum cukup untuk mempertahankan reli saham teknologi karena ekspektasi investor terhadap sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) sudah sangat tinggi.

"Taiwan merupakan salah satu indikator paling likuid untuk permintaan chip AI. Ketika posisi investor sudah terlalu padat, bahkan hasil yang kuat pun dapat memicu aksi ambil untung jika tidak melampaui ekspektasi secara signifikan," ujar Investment Strategist Global X ETFs Australia, Billy Leung.

Baca Juga: Bursa Asia Disokong Saham AI: Indeks KOSPI dan Taiwan Catat Rekor Tertinggi!

Direktur Riset ACCM, Glenn Yin, mengatakan perhatian investor kini bergeser dari sekadar pertumbuhan laba menuju kemampuan produsen chip menghasilkan keuntungan di tengah meningkatnya belanja modal dan ekspansi global.

Menurutnya, keberhasilan melampaui ekspektasi laba tidak lagi cukup apabila perusahaan tidak memberikan prospek yang lebih kuat untuk membenarkan besarnya investasi tersebut.

Sementara itu, pasar saham Korea Selatan tutup karena hari libur nasional. Namun, indeks KOSPI telah menutup perdagangan Kamis dengan penurunan hampir 9% sepanjang pekan setelah diwarnai gejolak saham produsen chip memori, kenaikan suku bunga pertama dalam lebih dari tiga tahun, serta intervensi regulator terhadap produk reksa dana leverage saham tunggal.