Bursa Australia Bergerak Datar, Saham Energi Tahan Tekanan dari Saham Emas



KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia bergerak dalam rentang terbatas pada perdagangan Senin (7/9/2026).

Penguatan saham sektor energi membantu mengimbangi tekanan pada saham pertambangan emas, sementara investor cenderung menahan transaksi di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang mendorong harga minyak kembali naik.

Baca Juga: Messi & Ronaldo Berpotensi Main di Laga Perpisahan Tevez, Jadi Lawan atau Kawan?


Mengutip Reuters, indeks S&P/ASX 200 nyaris tidak bergerak dan berada di level 9.009,60 pada pukul 00.10 GMT.

Pada perdagangan Jumat, indeks acuan Australia tersebut turun 0,2% dan mencatat kinerja mingguan terburuk dalam hampir satu bulan.

Harga minyak naik pada Senin setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran saling menyerang kapal yang melintas di Selat Hormuz serta sejumlah wilayah lainnya sepanjang akhir pekan.

Eskalasi tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa gangguan pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah akan berlangsung lebih lama.

Kenaikan harga minyak menjadi katalis positif bagi saham energi di bursa Sydney. Saham Woodside Energy naik 0,6%, sementara Santos menguat hampir 1%.

Di luar sektor energi, saham real estat naik 0,6%, sedangkan sektor consumer discretionary menguat 0,4%.

Saham pengelola pusat data Goodman Group naik 0,4%. Sementara itu, saham peritel elektronik JB Hi-Fi menguat hingga 1,5% dan mencapai level tertinggi dalam hampir dua pekan.

Baca Juga: Kim Jong Un: Kapal Perusak Baru Korea Utara Masuk Sistem Respons Nuklir

Saham Emas Tertekan

Penguatan bursa Australia tertahan oleh penurunan saham-saham emas yang turun sekitar 1%.

Harga emas sendiri merosot 2% pada Jumat setelah laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan segera menaikkan suku bunga.

Saham perusahaan tambang emas besar seperti Northern Star Resources dan Evolution Mining masing-masing turun 0,8% dan 0,5%.

Sektor teknologi juga melemah hampir 2%, mengikuti penurunan indeks Nasdaq Composite pada Jumat.

Saham perusahaan perangkat lunak perusahaan Xero turun 2,4%, sedangkan saham perusahaan teknologi logistik WiseTech Global terkoreksi 3,4%.

Baca Juga: Lowongan Kerja Australia Meningkat, Pasar Tenaga Kerja Tetap Tangguh

Saham Ingenia Communities Melonjak

Di antara saham individual, Ingenia Communities Group melonjak hingga 20,3%. Ini menjadi kenaikan harian terbesar saham pengembang properti Australia tersebut sejak Oktober 2009.

Lonjakan terjadi setelah Ingenia menolak tawaran pengambilalihan dari perusahaan ekuitas swasta Warburg Pincus, yang menilai perusahaan tersebut dengan valuasi lebih dari 30% di atas harga pasar.

Sementara itu, di seberang Laut Tasman, indeks acuan Selandia Baru S&P/NZX 50 turun tipis 0,1%.

Baca Juga: Lowongan Kerja Australia Meningkat, Pasar Tenaga Kerja Tetap Tangguh