KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia menguat ke level tertinggi dalam dua pekan pada perdagangan Kamis (7/5/2026), didorong penguatan saham sektor tambang dan perbankan di tengah optimisme pasar terhadap potensi kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Mengutip
Reuters, indeks acuan S&P/ASX 200 naik 1% menjadi 8.880,30 pada pukul 00.25 GMT, sekaligus menjadi level tertinggi sejak 22 April 2026. Sehari sebelumnya, indeks ini juga ditutup melonjak 1,3%.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Stabil di US$ 4.688 Kamis (7/5) Pagi di Tengah Harapan Damai AS-Iran Sentimen positif datang setelah Iran menyatakan tengah meninjau proposal perdamaian dari AS. Sumber
Reuters menyebut proposal tersebut dapat mengakhiri perang secara formal, meskipun sejumlah tuntutan utama AS, termasuk penghentian program nuklir Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz, masih belum terselesaikan. Harapan meredanya konflik sempat menekan harga minyak dunia ke level terendah dalam dua pekan sebelum akhirnya kembali pulih pada Kamis. Australia sendiri masih menghadapi tekanan inflasi akibat lonjakan harga energi sejak konflik Timur Tengah pecah. Di pasar saham, sektor tambang melonjak 3,1% dan menyentuh level tertinggi dalam dua bulan. Kenaikan ini ditopang penguatan harga bijih besi dan tembaga yang dipicu optimisme atas peluang perdamaian AS-Iran.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Rebound Usai Jatuh 7% Kamis (7/5) Pagi, Brent ke US$ 102,15 Saham perusahaan tambang besar seperti BHP Group naik 3,9%, Rio Tinto menguat 2,7%, dan Fortescue bertambah 2,2%. Saham emiten tambang emas juga ikut menguat. Northern Star Resources naik 1,8%, sementara Evolution Mining melonjak 4,4%. Sektor keuangan turut menopang penguatan indeks dengan kenaikan 0,6% dan mencapai level tertinggi dalam dua pekan. Saham bank terbesar Australia, Commonwealth Bank of Australia, mencatat kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut dan menyentuh level tertinggi sejak akhir April. Sektor kesehatan dan industri masing-masing juga naik 0,6%.
Sebaliknya, saham sektor energi menjadi penekan utama indeks akibat pelemahan harga minyak. Saham Woodside Energy turun 4,3%, sedangkan Santos Ltd melemah 2,7%.
Baca Juga: Tiket Piala Dunia 2026 Tembus Ribuan Dolar, FIFA Angkat Bicara Di sisi lain, saham perusahaan taruhan terbesar Australia, Tabcorp Holdings, sempat anjlok hingga 28,3% setelah lembaga pengawas kejahatan keuangan Australia membuka investigasi terkait dugaan kelemahan pengelolaan risiko pencucian uang dan pendanaan terorisme. Sementara itu di Selandia Baru, indeks S&P/NZX 50 naik 0,8% menjadi 13.247,19, level tertinggi sejak awal April 2026.