Bursa Australia Ditopang Saham Tambang, ASX 200 Sentuh Level Tertinggi Lima Pekan



KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia menguat ke level tertinggi dalam hampir lima pekan pada perdagangan Kamis (23/7/2026), didorong kenaikan saham sektor pertambangan, properti, dan energi.

Pelaku pasar juga menantikan rilis data ketenagakerjaan Juni yang akan menjadi petunjuk arah inflasi dan kebijakan suku bunga bank sentral Australia.

Baca Juga: India Desak China Benahi Akses Pasar, Defisit Dagang Jadi Sorotan


Mengutip Reuters, indeks acuan S&P/ASX 200 naik 1,1% menjadi 8.918,8 poin pada pukul 01.15 GMT. Posisi tersebut merupakan level tertinggi sejak 18 Juni, setelah indeks menguat 0,3% pada perdagangan sebelumnya.

Investor mencermati laporan ketenagakerjaan Australia untuk menilai prospek inflasi dan arah kebijakan suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA).

Saham sektor properti memimpin penguatan dengan kenaikan hampir 2,1%. Sementara itu, sektor keuangan naik hingga 1,2%, menjadi kenaikan intraday terbesar dalam lebih dari dua pekan.

Saham Commonwealth Bank of Australia, bank terbesar di negara itu, melonjak lebih dari 1% dan mencapai level tertinggi dalam 10 pekan.

Baca Juga: Houthi Serang Tanker Saudi, Ancaman Pasokan Minyak Global Kian Besar

Di sisi korporasi, saham Macquarie Group naik 0,5% setelah perusahaan mengumumkan Chief Executive Officer (CEO) Shemara Wikramanayake akan pensiun pada tahun ini.

Posisinya akan digantikan oleh Greg Ward, salah satu eksekutif dengan masa kerja terlama di bank investasi tersebut.

Sementara itu, saham Goodman Group, pemilik aset pusat data (data center), menguat lebih dari 2%, sedangkan Dexus naik sekitar 1%.

Sektor pertambangan juga mencatat penguatan hingga 2%, ditopang kenaikan saham emiten emas sebesar 2,5% setelah harga emas menguat pada perdagangan sebelumnya akibat pelemahan dolar AS dan aksi beli teknikal.

Saham raksasa tambang BHP, Rio Tinto, dan Fortescue naik antara 1% hingga 2%. Adapun saham perusahaan tambang emas Northern Star Resources dan Evolution Mining melonjak lebih dari 3%.

Baca Juga: Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi Enam Pekan Kamis (23/7), Brent Sentuh US$ 96

Di sektor energi, saham-saham terkait naik hingga 1,5% dan menyentuh level tertinggi sejak pertengahan Juni. Penguatan ini sekaligus memperpanjang reli menjadi enam hari berturut-turut.

Kenaikan sektor energi didukung lonjakan harga minyak dunia seiring berlanjutnya saling serang antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong harga minyak ke level tertinggi dalam lebih dari enam pekan.

Saham Santos, produsen minyak dan gas independen terbesar kedua di Australia, naik 1,2% setelah melaporkan peningkatan pendapatan penjualan pada kuartal II.

Sementara itu, saham Woodside Energy menguat 0,9% dan mencapai level tertinggi dalam lebih dari satu bulan.

Di Selandia Baru, indeks acuan S&P/NZX 50 turut menguat 0,3% menjadi 13.803,06 poin.