Bursa Australia Ditutup Turun ke Level Terendah Sepekan Kamis (28/5), AS-Iran Memanas



KONTAN.CO.ID - Pasar saham Australia ditutup pada level terendah satu pekan pada perdagangan Kamis (28/5/2026), dengan mayoritas sektor berada di zona merah.

Serangan militer terbaru Amerika Serikat (AS) ke Iran memudarkan harapan tercapainya kesepakatan damai di kawasan Teluk dan menekan selera risiko investor.

Baca Juga: UPDATE-Harga Emas Jatuh ke Level Terendah 2 Bulan Kamis (28/5), AS-Iran Memanas


Melansir Reuters, indeks acuan S&P/ASX 200 ditutup turun 1,4% ke level 8.592,90. Sebelumnya, indeks tersebut sempat menguat 0,7% pada perdagangan Rabu.

Penguatan pada sesi sebelumnya kehilangan momentum setelah laporan Reuters menyebut militer AS melancarkan serangan baru di Iran yang dinilai pejabat Amerika sebagai langkah untuk mengantisipasi ancaman terhadap pasukan AS dan jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz.

Perkembangan tersebut kembali menyoroti rapuhnya proses negosiasi damai antara kedua negara.

Kondisi ini mendorong harga minyak melonjak sekitar 4% dan memicu kekhawatiran terhadap inflasi yang didorong kenaikan harga energi.

Baca Juga: Harga Tembaga Sentuh Level Terendah Sepekan akibat Memanasnya Konflik Timur Tengah

Data pada Rabu menunjukkan inflasi konsumen Australia naik lebih rendah dari perkiraan, meski inflasi inti masih meningkat seiring dampak kenaikan harga minyak yang mulai terasa dalam perekonomian.

“Sulit melihat indeks mampu kembali menguji level 9.000 dalam jangka pendek kecuali ada penyelesaian yang jelas terhadap konflik Timur Tengah,” ujar Luke Winchester, manajer portofolio di Merewether Capital.

Menurutnya, di tengah melemahnya kepercayaan konsumen, pemangkasan suku bunga oleh Reserve Bank of Australia (RBA) bisa menjadi katalis berikutnya bagi pasar. Namun, arah kebijakan tersebut masih belum jelas.

Sektor keuangan turun 1,6%, dengan seluruh bank besar Australia atau “Big Four” mencatat penurunan antara 1,3% hingga 2,1%.

Baca Juga: UPDATE-Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi Sepekan di Tengah Memanasnya Konflik Teluk

Saham-saham pertambangan juga mengakhiri reli lima sesi beruntun dan ditutup di level terendah dalam hampir satu pekan, sejalan dengan melemahnya harga bijih besi dan tembaga.

Saham BHP turun 1,2%, sedangkan Rio Tinto melemah 2,5%. Keduanya mencatat performa harian terburuk dalam sekitar satu pekan terakhir.

Sektor tambang emas ditutup pada level terendah sejak akhir Maret. Northern Star Resources anjlok 7,5%, sementara Evolution Mining merosot 7,8%.

Saham sektor kesehatan turun 1,2%, sedangkan subindeks industri melemah 0,8%.

Di Selandia Baru, indeks acuan S&P/NZX 50 ditutup turun 0,2% ke level 13.206,11.

Baca Juga: Malaysia Tingkatkan Pemakaian Gas untuk Penuhi Lonjakan Listrik

Pemerintah Selandia Baru juga merilis rancangan anggaran yang lebih konservatif menjelang pemilu ketat akhir tahun ini.

Fokus utama anggaran tersebut adalah menjaga kekuatan fiskal di tengah meningkatnya risiko akibat konflik Iran.