Bursa Australia Flat, Saham Tambang Emas Tertekan Pernyataan Hawkish The Fed



KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia bergerak relatif datar pada perdagangan Senin (31/8/2026).

Penguatan saham perbankan tertahan oleh penurunan tajam saham perusahaan tambang emas setelah pernyataan hawkish Ketua Federal Reserve Kevin Warsh meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga AS.

Baca Juga: Nikkei Anjlok Hampir 2% Senin (31/8), Investor Jepang Waspadai Kenaikan Suku Bunga


Mengutip Reuters, indeks S&P/ASX 200 nyaris tidak berubah di level 9.095,40 pada pukul 00.50 GMT. Pada perdagangan Jumat (28/8), indeks acuan Australia tersebut ditutup menguat 0,6%.

Sektor keuangan yang sensitif terhadap suku bunga menguat hingga 1,4% dan berada di jalur mencatatkan kinerja terbaik dalam hampir empat pekan.

Empat bank besar Australia mencatatkan kenaikan antara 1,2% hingga 1,8%. Saham sektor properti juga menguat 0,3%.

Penguatan saham bank didukung oleh meningkatnya ekspektasi bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) akan menaikkan suku bunga pada pertemuan September.

Data yang dirilis pekan lalu menunjukkan inflasi konsumen Australia meningkat lebih tinggi dari perkiraan.

Kondisi tersebut mendorong investor mengubah ekspektasi dari sebelumnya memperkirakan RBA mempertahankan suku bunga menjadi peluang kenaikan sebesar 25 basis poin.

Baca Juga: Indeks KOSPI Anjlok 2% di Pagi Ini (31/8), Tertekan Komentar Warsh

Saham Tambang Emas Anjlok

Di sisi lain, sektor pertambangan mengalami tekanan. Subindeks pertambangan secara keseluruhan turun 1,8%, dengan saham BHP Group melemah 1,3% dan Rio Tinto turun 1%.

Penurunan paling tajam terjadi pada saham perusahaan tambang emas yang terkoreksi hingga 4,2%. Saham-saham tersebut menjadi pemberat utama indeks acuan Australia.

Saham Northern Star Resources dan Evolution Mining masing-masing turun lebih dari 4%.

Tekanan terhadap saham tambang emas terjadi setelah harga emas melemah merespons pernyataan Warsh yang meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga AS.

Emas merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil, sehingga kenaikan suku bunga dapat mengurangi daya tarik logam mulia tersebut dibandingkan aset berbunga.

Warsh dalam simposium ekonomi tahunan The Fed di Jackson Hole mengatakan bank sentral AS masih memiliki pekerjaan yang harus dilakukan apabila para pembuat kebijakan belum yakin bahwa inflasi mendasar akan kembali menuju target 2%.

Sementara itu, Northern Star Resources mengumumkan penunjukan Phillip Coetzer sebagai pejabat sementara chief financial officer (CFO).

Baca Juga: Dolar AS Menguat Dekati Level Tertinggi 2 Pekan, Yen Kembali Tembus 160

Saham Teknologi Ikut Tertekan

Sektor teknologi Australia juga melemah 1%, mengikuti penurunan saham teknologi di Amerika Serikat.

Pada saham individual, Star Entertainment turun 3,9% setelah membukukan kinerja di bawah ekspektasi pasar.

Operator kasino yang tengah menghadapi tekanan tersebut memang mencatatkan kerugian tahunan yang lebih kecil, tetapi hasilnya masih belum memenuhi perkiraan investor.

Sementara itu, di Selandia Baru, indeks acuan S&P/NZX 50 justru menguat 0,3% menjadi 13.804,78.