Bursa Australia Melemah Jumat (21/8), Saham Teknologi dan Properti Jadi Beban



KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia melemah tipis pada perdagangan Jumat (21/8), tertekan saham teknologi dan properti.

Kenaikan saham sektor energi membatasi penurunan indeks di tengah investor yang mencermati sejumlah laporan kinerja perusahaan.

Mengutip Reuters, indeks S&P/ASX 200 turun 0,2% menjadi 9.067 pada pukul 00.01 GMT. Pada perdagangan Kamis (20/8), indeks acuan tersebut ditutup menguat 0,3%.


Baca Juga: Dolar AS Tertekan, Investor Ragukan Upaya Departemen Keuangan Redam Imbal Hasil

Saham teknologi menjadi penekan terbesar indeks. Subindeks teknologi turun hingga 1,5%, mengikuti pelemahan saham-saham teknologi di Wall Street.

Saham Wisetech Global turun hingga 3,3%, sedangkan NEXTDC melemah sebanyak 2,5%.

Data ketenagakerjaan Australia yang dirilis Kamis juga menunjukkan jumlah lapangan kerja turun secara tak terduga pada Juli. Tingkat pengangguran mencapai level tertinggi sejak akhir 2021.

Pelemahan pasar tenaga kerja tersebut mengurangi tekanan bagi bank sentral untuk kembali menaikkan suku bunga.

Namun, data tersebut belum memberikan dukungan berarti terhadap belanja ritel maupun pengajuan kredit perumahan yang menjadi salah satu pendorong utama kinerja perbankan.

Baca Juga: Harga Minyak Bersiap Catat Kenaikan Mingguan Kedua, Perang AS-Iran Ganggu Pasokan

Saham Properti dan Energi Bergerak Berlawanan

Saham sektor real estat turun hingga 2,1%, mencapai level terendah sejak pertengahan April. Sementara saham sektor konsumer diskresioner melemah hingga 1,2%.

Sebaliknya, saham perbankan berhasil memangkas sebagian besar kerugian sebelumnya dan berbalik naik hingga 0,3%.

Keempat bank terbesar Australia atau Big Four mencatat kenaikan antara 0,05% hingga 0,9%.

Saham sektor energi menjadi penopang utama pasar. Subindeks energi naik hingga 1,8%, mencapai level tertinggi sejak pertengahan April dan berada di jalur untuk mencatat kenaikan dalam lima sesi perdagangan berturut-turut.

Penguatan tersebut didorong kenaikan harga minyak global.

Sementara itu, saham pertambangan turun hingga 0,6% seiring pelemahan harga bijih besi dan tembaga.

Saham BHP Group turun hingga 1%, sedangkan Fortescue melemah 0,3%. Sebaliknya, Rio Tinto naik hingga 1,3%.

Baca Juga: Inflasi Inti Jepang Naik pada Juli, Perkuat Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga

Guzman Y Gomez Melonjak

Dari sisi laporan keuangan perusahaan, saham Guzman Y Gomez melonjak hingga 12,6%, mendekati level tertinggi dalam setahun.

Penguatan tersebut terjadi setelah jaringan restoran cepat saji yang mengusung menu bergaya Meksiko tersebut melaporkan kenaikan laba tahunan sebesar 29,7%.

Sementara itu, di Selandia Baru, indeks acuan S&P/NZX 50 bergerak datar di level 13.917,53.