KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia melemah pada perdagangan Jumat (23/10/2026). Penurunan saham pertambangan akibat pelemahan harga komoditas membebani indeks, meski saham perbankan mencatat kenaikan. Sentimen pasar juga tertekan meningkatnya ketegangan geopolitik setelah serangan kelompok Houthi terhadap Arab Saudi kembali memicu kekhawatiran pasokan energi. Mengutip
Reuters, Jumat (23/10/2026) pukul 01.04 GMT, indeks S&P/ASX 200 turun 0,4% ke level 8.762,80. Dengan pelemahan tersebut, indeks acuan Australia berpotensi mencatat penurunan mingguan pertama dalam empat pekan terakhir.
Baca Juga: Pre-Order iPhone Duo Meledak, Apple Naikkan Produksi hingga 44% Saham-saham pertambangan menjadi salah satu pemberat utama bursa. Indeks sektor pertambangan merosot hampir 3% pada perdagangan Jumat, mengikuti pelemahan harga bijih besi dan tembaga. Secara mingguan, saham-saham pertambangan telah turun lebih dari 7% dan menuju penurunan mingguan terdalam sejak pertengahan Maret. Salah satu saham yang tertekan adalah Rio Tinto, yang melemah 2,5%. Padahal, perusahaan tambang tersebut mengumumkan rencana investasi senilai US$ 1,9 miliar untuk mengembangkan proyek bauksit Kangwinan di Queensland, Australia. Proyek tersebut ditargetkan menambah kapasitas produksi bauksit sebesar 20 juta ton per tahun pada operasi bauksit Weipa milik perusahaan. Tekanan juga terjadi pada saham-saham pertambangan emas. Indeks sektor tersebut turun lebih dari 4% pada Jumat, mengikuti pelemahan harga emas batangan. Secara mingguan, indeks saham emas telah merosot hampir 9% dan berpotensi mencatat kinerja mingguan terburuk dalam lebih dari tujuh bulan.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Bertahan di Level Tinggi Jumat (23/10), Brent ke US$ 112,96 Saham Evolution Mining turun 2%, sedangkan Northern Star Resources melemah 2,2%. Di sektor energi, indeks saham turun 1,9% ke level terendah dalam dua pekan terakhir. Sektor ini juga berpotensi membukukan penurunan mingguan terdalam sejak akhir Juni. Saham Santos melemah 2,8%, sementara Woodside Energy turun 1,1%. Saham teknologi Australia turut tertekan dengan penurunan 1,5%, mengikuti pelemahan saham teknologi di Wall Street. Pelaku pasar kembali mempertanyakan besarnya belanja perusahaan teknologi untuk pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Sebaliknya, saham sektor keuangan menguat 0,6% dan berpotensi mencatat kenaikan selama tiga sesi berturut-turut.
Keempat bank besar Australia kompak menguat, dengan kenaikan saham berkisar antara 0,2% hingga 1,1%.
Baca Juga: Nikkei Anjlok 1,71%, Aksi Jual Saham Teknologi Wall Street Menular ke Jepang Dari sektor batu bara, Whitehaven Coal melaporkan produksi batu bara kuartal pertama naik hampir 22%. Realisasi tersebut melampaui estimasi konsensus VA. Sementara itu, bursa saham Selandia Baru juga melemah. Indeks acuan S&P/NZX 50 turun 0,2% ke level 13.720,77.