Bursa Australia Melemah Kamis (8/10), Saham Tambang Anjlok Dipimpin Fortescue



KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia melemah pada perdagangan Kamis (8/10/2026), tertekan aksi jual saham pertambangan setelah Fortescue memberikan pembaruan kuartalan awal yang mengecewakan.

Investor juga bersikap hati-hati setelah risalah pertemuan Federal Reserve (The Fed) menunjukkan perbedaan pandangan mengenai arah suku bunga.

Melansir Reuters, Indeks S&P/ASX 200 turun 0,4% menjadi 8.693,30 pada pukul 23.28 GMT, setelah pada perdagangan Rabu (7/10) ditutup turun 0,1%.


Baca Juga: Wabah Misterius di Rusia, Ini Kronologi dan Fakta Terbarunya

Risalah pertemuan The Fed menunjukkan perdebatan di antara para pembuat kebijakan terkait prospek inflasi semakin tajam.

Sejumlah pejabat menilai tekanan harga terbaru sebagian besar dipicu faktor pasokan, sementara kelompok lainnya menilai permintaan yang lebih kuat membutuhkan kebijakan moneter yang lebih ketat.

Perbedaan pandangan tersebut membuat investor lebih berhati-hati dalam memperkirakan arah penurunan suku bunga The Fed ke depan.

Di pasar saham Australia, indeks sektor pertambangan turun lebih dari 2% dan menyentuh level terendah sejak 16 September. Tekanan terutama datang dari saham Fortescue.

Perusahaan tambang bijih besi terbesar keempat di dunia tersebut melaporkan saldo kas turun 37% pada kuartal September. Fortescue juga mencatat penurunan awal sebesar 6% pada pengiriman bijih besi kuartal pertama.

Baca Juga: Harga Minyak Brent Tembus US$101,53 Kamis (8/10), Risiko Selat Hormuz Kembali Menguat

Saham Fortescue anjlok lebih dari 3,5% ke level terendah sejak Juli 2025, menjadikannya salah satu saham dengan kinerja terburuk di bursa Australia.

Tekanan terhadap saham tambang juga diperparah oleh penurunan harga aluminium dan seng.

Saham teknologi turun 1,1%, mengikuti pelemahan bursa Wall Street. Saham WiseTech Global turun 0,6%.

Saham perusahaan tambang emas menjadi salah satu sektor yang paling terpukul, dengan indeksnya merosot 2% ke level terendah sejak pertengahan September akibat penurunan harga emas. Saham Evolution Mining dan Northern Star Resources masing-masing turun 1%.

Berbeda dengan sektor lainnya, saham perbankan naik 0,5%, dengan seluruh bank besar Australia atau Big Four berada di zona hijau.

Baca Juga: Harga Emas Naik Tipis ke US$4.127 Kamis (8/10), Usai Sentuh Level Terendah 2 Bulan

Sektor energi juga menguat 1,2%, ditopang kenaikan saham Woodside Energy dan Santos yang masing-masing naik lebih dari 0,5%.

Sementara itu, saham operator bursa Australia, ASX, melonjak 4,5% dan mencapai level tertinggi sejak pertengahan Agustus.

Penguatan terjadi setelah broker Citi menaikkan proyeksi laba ASX, seiring meningkatnya aktivitas perdagangan.

Di Selandia Baru, indeks acuan S&P/NZX 50 turun tipis ke level 13.667,48.