KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia melemah ke level terendah dalam sepekan pada perdagangan Rabu (12/8/2026). Tekanan terutama datang dari saham-saham komoditas dan meningkatnya kewaspadaan investor terhadap eskalasi ketegangan di Timur Tengah. Melansir
Reuters, Indeks S&P/ASX 200 turun 0,4% menjadi 9.209,70 pada pukul 00.54 GMT. Indeks acuan tersebut menyentuh level terendah sejak 5 Agustus.
Baca Juga: Harga Emas Spot Kembali Menguat Rabu (12/8) Pagi, Pasar Menanti Data Inflasi AS Pada perdagangan Selasa (11/8), S&P/ASX 200 ditutup menguat 0,2%. Sentimen pasar juga masih dipengaruhi keputusan Reserve Bank of Australia (RBA) yang mempertahankan suku bunga pada Selasa. Bank sentral Australia memberikan sinyal bahwa kebijakan moneter masih dapat diperketat apabila tekanan inflasi terbukti bertahan lebih lama. Ketegangan Timur Tengah Tekan Saham Komoditas Investor memilih berhati-hati di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Serangkaian serangan baru di sekitar jalur pelayaran strategis meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global. Kondisi tersebut memberikan tekanan terhadap bursa Australia yang memiliki eksposur besar terhadap sektor sumber daya alam.
Baca Juga: Trump Sebut Pesawat yang Ditumpanginya Berisiko Jadi Target Pembunuhan Iran Indeks saham pertambangan turun 0,6%. Saham raksasa tambang BHP Group dan Rio Tinto masing-masing melemah sekitar 1%. Sektor energi juga turun 0,3%, dengan saham Woodside Energy terkoreksi 0,8%. Saham Bank Commonwealth Anjlok Dari sektor korporasi, perhatian investor tertuju pada Commonwealth Bank of Australia (CBA), bank terbesar di Australia. CBA melaporkan laba kas tahunan yang mencapai rekor. Namun, perusahaan memperingatkan adanya perlambatan tajam permintaan kredit perumahan sejak pemerintah menerapkan perubahan pajak pada Mei. Saham CBA anjlok 2,2% ke level terendah sejak 22 Juli. Sementara itu, indeks sektor keuangan berhasil berbalik menguat 0,2%. Kenaikan terutama ditopang lonjakan hampir 5% saham Suncorp setelah perusahaan asuransi tersebut melaporkan laba kas tahunan di atas ekspektasi pasar.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Rabu (12/8) Pagi, Brent ke US$89,63 dan WTI ke US$83,91 ASX Tertekan, AGL Energy Menguat Saham Australian Securities Exchange (ASX) turun 2,2% setelah operator bursa tersebut mengatakan seorang pemegang saham berencana mengajukan gugatan terhadap perusahaan di Pengadilan Federal Australia. Di sisi lain, saham AGL Energy melonjak lebih dari 4% ke level tertinggi sejak 15 Juni.
Kenaikan tersebut terjadi setelah perusahaan pembangkit listrik itu memperkirakan laba 2027 akan lebih kuat dari perkiraan pasar.
Baca Juga: Serangan Kapal Kembali Terjadi, Perundingan Perang Iran-AS Kembali Buntu Sektor kesehatan turun 0,7%, sementara saham teknologi melemah 0,3%. Di Selandia Baru, indeks acuan S&P/NZX 50 juga bergerak melemah tipis 0,1% menjadi 13.848 poin.