Bursa Australia Melemah Selasa (5/5), Jelang Keputusan Suku Bunga Bank Sentral



KONTAN.CO.ID - Pasar saham Australia melemah untuk hari kedua berturut-turut pada Selasa (5/5/2026), seiring investor menanti keputusan suku bunga dari Reserve Bank of Australia (RBA).

Melansir Reuters, indeks acuan S&P/ASX 200 turun 0,6% ke level 8.648,80 pada awal perdagangan, setelah sebelumnya juga terkoreksi 0,4% pada sesi Senin.

Baca Juga: Bursa Asia Memerah Selasa (5/5) Pagi, Minyak Tetap Tinggi di Tengah Krisis AS-Iran


Pelaku pasar memperkirakan RBA akan kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4,35%.

Jika terealisasi, ini akan menjadi kenaikan suku bunga ketiga sepanjang 2026, di tengah tekanan inflasi yang masih tinggi.

Survei Reuters menunjukkan lebih dari sepertiga ekonom memperkirakan suku bunga acuan berpotensi mencapai 4,60% atau lebih tinggi tahun ini.

Hal ini dipicu oleh harga minyak dunia yang bertahan di atas US$100 per barel, sehingga meningkatkan risiko inflasi.

Inflasi di Australia sendiri telah berada di atas target RBA sebesar 2%–3% sejak pertengahan 2025.

Dari sisi sektoral, saham keuangan melemah 0,3%, dengan seluruh bank besar mencatat penurunan.

Baca Juga: 150 Orang Masih Terisolasi di Kapal Mewah yang Diduga Terinfeksi Virus Mematikan

Saham Westpac turun hingga 2,2% setelah melaporkan laba semester pertama yang di bawah ekspektasi, serta memperingatkan tekanan terhadap nasabah akibat kenaikan harga energi imbas konflik Timur Tengah.

Saham sektor properti dan konsumsi non-primer yang sensitif terhadap suku bunga masing-masing turun 0,7% dan 0,6%.

Di sektor pertambangan, saham emiten besar seperti BHP, Rio Tinto, dan Fortescue juga melemah di kisaran 0,7% hingga 1,3%.

Sementara itu, di sektor tambang emas, saham Regis Resources anjlok hingga 6,1% setelah mengumumkan rencana akuisisi terhadap Vault Minerals untuk membentuk produsen emas senilai A$10,7 miliar.

Sebaliknya, saham Vault Minerals melonjak 6,1% dan menyentuh level tertinggi dalam satu bulan.

Baca Juga: Inflasi Filipina Melonjak ke 7,2% pada April, Level Tertinggi Sejak 2023

Di kawasan regional, indeks acuan Selandia Baru, S&P/NZX 50, juga turun 0,7% menjadi 13.008,13.

Secara keseluruhan, pasar bergerak hati-hati menjelang keputusan suku bunga RBA, dengan tekanan tambahan dari faktor eksternal seperti tingginya harga energi dan ketidakpastian geopolitik global.