KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia melemah pada awal pekan ini seiring meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang meredupkan harapan tercapainya kesepakatan damai. Melansir
Reuters, Indeks acuan S&P/ASX 200 turun 0,4% ke level 8.912,6 pada awal perdagangan Senin (20/4/2026), melanjutkan pelemahan tipis pada sesi sebelumnya. Saham perbankan menjadi pemberat utama, dipimpin oleh National Australia Bank yang anjlok hingga 4,3%.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Turun Lebih dari 1% Senin (20/4) Pagi, Tertekan Penguatan Dolar AS Bank tersebut memperkirakan akan membukukan kerugian penurunan nilai kredit (
credit impairment) sekitar A$706 juta pada semester pertama, akibat volatilitas pasar yang dipicu konflik. Penurunan NAB menyeret indeks sektor keuangan yang melemah 0,5%, diikuti bank-bank besar lainnya yang turun antara 0,5% hingga 0,8%. Di sektor energi, Viva Energy merosot hingga 9,5% setelah perdagangan sahamnya kembali dibuka pascakebakaran besar di kilang Geelong salah satu dari dua kilang utama di Australia. Perusahaan memperkirakan kapasitas produksi dalam jangka pendek hanya mencapai sekitar 80% untuk diesel dan bahan bakar jet, serta 60% untuk bensin. Penurunan tersebut turut menekan indeks energi yang turun 2,1%. Saham produsen migas Woodside Energy juga melemah sekitar 1%. Sementara itu, sektor pertambangan ikut tertekan dengan penurunan 1,1%. Raksasa tambang BHP turun 0,8%, sedangkan Rio Tinto melemah 1,4% menjelang rilis laporan produksi kuartalan pekan ini.
Baca Juga: Dolar AS Menguat Senin (10/4) Pagi, Penutupan Hormuz Picu Aksi Safe Haven Di sisi lain, saham Monash IVF anjlok hingga 11,1% setelah menolak tawaran akuisisi kedua dari konsorsium yang menilai perusahaan sebesar A$350,7 juta. Berbeda dengan Australia, bursa Selandia Baru justru menguat. Indeks S&P/NZX 50 naik 0,5% ke level 12.975,48. Pelaku pasar global masih mencermati perkembangan konflik AS-Iran, terutama setelah insiden penyitaan kapal kargo Iran oleh AS yang memicu ancaman balasan dari Teheran dan meningkatkan ketidakpastian di pasar keuangan.