KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia melemah pada perdagangan Senin (26/10/2026), tertekan penurunan saham sektor keuangan yang mengimbangi penguatan saham pertambangan di tengah kenaikan harga komoditas. Investor juga mencermati data inflasi kuartal III-2026 yang akan dirilis pekan ini untuk memperkirakan arah kebijakan suku bunga bank sentral Australia. Melansir
Reuters, Indeks S&P/ASX 200 turun 0,5% ke level 8.753,10 pada pukul 00.37 GMT. Penurunan ini membawa indeks menuju pelemahan harian terdalam sejak 14 Oktober. Pada pekan lalu, indeks acuan tersebut juga ditutup sedikit lebih rendah.
Baca Juga: Lula Menang Pilpres Brasil, Hadapi Kongres Konservatif dan Utang di Atas 82% PDB Pelaku pasar menanti data inflasi konsumen kuartal III-2026 yang dijadwalkan rilis pada Rabu (28/10/2026). Data tersebut akan menjadi petunjuk bagi Reserve Bank of Australia (RBA) dalam menentukan arah kebijakan moneter selanjutnya. Pasar memperkirakan peluang lebih dari 60% bahwa RBA akan kembali menaikkan suku bunga sebanyak satu kali lagi pada tahun ini. Jika terealisasi, kenaikan tersebut berpotensi membawa suku bunga acuan menjadi 4,85% dalam pertemuan RBA pada 3 November mendatang. Tekanan terbesar datang dari sektor keuangan yang merosot 1,6%, sekaligus menuju penurunan terdalam sejak 1 Oktober. Keempat bank besar Australia kompak melemah, dengan penurunan saham berkisar 1,6% hingga 1,9%. Saham teknologi juga terkoreksi hingga 2,5% dan menyentuh level terendah dalam lebih dari enam bulan.
Baca Juga: Trump Sebut Sengketa Tarif AS-Kanada Segera Selesai, Belum Ada Rincian Pelemahan ini mengikuti tekanan saham teknologi di Wall Street pada akhir pekan lalu. Saham WiseTech Global turun 1,3%, sedangkan Xero melemah 1,9%. Di tengah tekanan tersebut, saham pertambangan menguat 1,4% dan berpotensi mengakhiri tren penurunan selama empat sesi berturut-turut. Penguatan ini mengikuti kenaikan harga bijih besi dan tembaga. Saham BHP dan Fortescue masing-masing naik lebih dari 1,3%. Saham perusahaan tambang emas turut menguat hingga 2,1%, sejalan dengan kenaikan harga emas. Evolution Mining, Northern Star Resources, dan Ramelius Resources masing-masing melonjak antara 1,1% hingga 2,6%. Sektor energi juga mencatatkan kenaikan 1,4% di tengah tingginya harga minyak, meskipun harga komoditas tersebut sedikit terkoreksi pada Senin. Saham Santos naik 1,4%, sementara Woodside Energy menguat 1,1%.
Baca Juga: Trump Kaitkan Kandidat Senator Muslim dengan Serangan 9/11, Pilpres AS Memanas Sementara itu, saham operator pusat data NEXTDC menjadi salah satu pemberat indeks dengan penurunan lebih dari 3%. Perusahaan tersebut menyatakan bahwa CEO-nya akan melepaskan kesempatan memperoleh bonus untuk tahun fiskal 2027, menyusul pemangkasan proyeksi kinerja perusahaan pada pekan lalu. Adapun pasar saham Selandia Baru tidak beroperasi pada Senin karena libur nasional.