Bursa Australia Melemah, Tekanan Bank dan Tambang Kalahkan Kenaikan Sektor Utilitas



KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia melemah pada perdagangan Kamis (13/8/2026), tertekan penurunan saham perbankan dan pertambangan. Kenaikan saham sektor utilitas setelah kinerja positif Origin Energy hanya mampu menahan sebagian tekanan.

Melansir Reuters, Indeks S&P/ASX 200 turun 0,3% menjadi 9.181,60 pada pukul 00.40 GMT. Sehari sebelumnya, indeks acuan Australia tersebut telah melemah 0,5%.

Baca Juga: Harga Emas Spot Naik ke Level Tertinggi 2 Bulan Kamis (13/8) Pagi, Ini Pemicunya


Sektor keuangan turun 0,2%. Insurance Australia Group (IAG) menjadi salah satu pemberat utama setelah anjlok 5,4% akibat penurunan laba tunai tahunan yang dipengaruhi pendapatan investasi lebih rendah serta meningkatnya biaya klaim akibat cuaca buruk.

Sebaliknya, ANZ Group menguat 2,9% setelah membukukan laba tahunan yang sedikit lebih tinggi dari periode sebelumnya.

Saham Commonwealth Bank of Australia turun 2%, sedangkan Westpac dan National Australia Bank masing-masing naik 0,8% dan 1%.

Saham Tambang Ikut Tertekan

Sektor pertambangan turun 0,4% seiring pelemahan harga sejumlah komoditas logam.

Saham Rio Tinto melemah 2,6%, sementara South32 turun 0,8%.

Di sisi lain, sektor utilitas menjadi penopang indeks dengan kenaikan 3,2%. Penguatan tersebut dipimpin Origin Energy setelah perusahaan melaporkan laba tahunan yang disesuaikan sedikit di atas ekspektasi analis.

Baca Juga: Inflasi Grosir Jepang Melonjak, Peluang Kenaikan Suku Bunga BOJ September Menguat

Saham ASX Melonjak Hampir 10%

Sejumlah saham individual mencatat pergerakan signifikan.

Operator bursa ASX melonjak sebanyak 9,9%, mencatat sesi terbaik sejak pertengahan Maret 2020. Kenaikan terjadi setelah ASX melaporkan laba tahunan yang disesuaikan meningkat lebih dari 5%.

Perusahaan menyebut volatilitas pasar global yang meningkat telah mendorong aktivitas perdagangan serta layanan pascatransaksi.

Sementara itu, Treasury Wine Estates bergerak fluktuatif setelah produsen minuman tersebut melaporkan rugi tahunan akibat pencatatan penurunan nilai (write-down) besar pada bisnisnya di Amerika Serikat.

Di sektor aksi korporasi, saham Cleanaway Waste Management melonjak 16,9%, mencatat kenaikan harian terbaik dalam 15 tahun.

Baca Juga: Bank Sentral China Kembali Nihilkan Reverse Repo untuk Hari Ketiga

Perusahaan pengelola limbah asal Melbourne tersebut mengatakan akan memberikan kesempatan eksklusif kepada EQT Infrastructure untuk melakukan uji tuntas setelah menerima tawaran akuisisi senilai A$9,4 miliar atau sekitar US$6,63 miliar.

Sementara itu, indeks acuan Selandia Baru S&P/NZX 50 naik 0,4% menjadi 13.798,43.