Bursa Australia Melemah Tipis Kamis (9/4) Pagi, di Tengah Keraguan Gencatan Senjata



KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia dibuka melemah tipis pada Kamis (9/4/2026), seiring tekanan pada saham sektor pertambangan yang menutupi penguatan di sektor keuangan dan energi.

Keraguan terhadap keberlanjutan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran juga menahan optimisme pasar.

Melansir Reuters, Indeks acuan S&P/ASX 200 turun 0,2% ke level 8.933,60. Padahal, indeks tersebut sempat melonjak 2,6% pada perdagangan sebelumnya.


Baca Juga: Iran Nilai Perundingan Damai Jadi “Tidak Masuk Akal” Usai Serangan Israel ke Lebanon

Secara global, pasar saham sempat menguat setelah pengumuman gencatan senjata AS-Iran yang meredakan kekhawatiran inflasi akibat lonjakan harga energi.

Namun, sentimen kembali hati-hati setelah muncul tanda-tanda keretakan kesepakatan tersebut.

Israel dilaporkan meningkatkan serangan ke Lebanon, sementara Iran mengancam akan membalas serta menyebut perundingan damai menjadi tidak masuk akal. Ketegangan ini kembali membayangi prospek ekonomi global.

Baca Juga: Dolar AS Stabil Kamis (9/4) Pagi, Pasar Cermati Gencatan Senjata Rapuh AS-Iran

Sektor Tambang Tekan Pasar

Saham sektor pertambangan menjadi penekan utama setelah harga bijih besi melemah. Sektor ini turun 1,6%, mengoreksi sebagian kenaikan 4,6% pada hari sebelumnya.

Saham raksasa tambang Rio Tinto turun 2%, sementara BHP melemah 1,2%.

Selain itu, saham perusahaan tambang emas juga merosot 3,2%, memperdalam tekanan pada sektor sumber daya.

Baca Juga: Donald Trump Kritik NATO soal Iran, Hubungan Aliansi Memanas

Keuangan dan Energi Menguat

Di sisi lain, sektor keuangan mencatat penguatan 0,6%, dengan empat bank besar naik antara 0,8% hingga 1,6%.

Saham Bendigo & Adelaide Bank melonjak 6,3% setelah melaporkan kenaikan laba kuartal III sebesar 13% serta mengumumkan efisiensi tenaga kerja melalui kemitraan strategis baru.

Sektor energi juga rebound dengan kenaikan 2,9%, didorong oleh naiknya harga minyak mentah AS. Saham Woodside Energy naik 4,1%, sementara Santos menguat 2,5%.

Baca Juga: Bursa Asia Mulai Waspada Kamis (9/4) Pagi, Gencatan Senjata Teluk Dinilai Masih Rapuh

Teknologi dan Konsumer Turun

Saham sektor teknologi informasi mencatat penurunan tajam sebesar 5,4%, sementara sektor konsumer diskresioner melemah 1,4%.

Saham Orora menjadi yang terburuk dengan penurunan 16,2% setelah menghentikan program pembelian kembali saham dan mengungkap gangguan operasional di fasilitasnya di Uni Emirat Arab.

Baca Juga: Semenanjung Korea Memanas: Korut Uji Hulu Ledak Bom Kluster Berdaya Rusak

Bursa Selandia Baru Menguat

Berbeda dengan Australia, indeks S&P/NZX 50 di Selandia Baru naik 0,4% ke 13.301,23.

Kenaikan ini terjadi sehari setelah bank sentral Reserve Bank of New Zealand memutuskan menahan suku bunga, namun tetap memberi sinyal akan bertindak tegas jika tekanan inflasi kembali meningkat.