Bursa Australia Menghijau Senin (14/9), ASX 200 Naik di Tengah Lonjakan Harga Minyak



KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia bergerak menguat tipis pada perdagangan Senin (14/9), ditopang kenaikan saham sektor kebutuhan pokok dan kesehatan.

Namun, penguatan indeks tertahan oleh pelemahan saham pertambangan di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang mendorong harga minyak dan menekan minat investor terhadap aset berisiko.

Baca Juga: Konflik OpenAI dan Matematikawan Memanas, Ada Isu Atribusi dan Plagiarisme


Melansir Reuters, Indeks S&P/ASX 200 naik 0,1% menjadi 8.748,4 pada pukul 12.07 GMT. Jika bertahan hingga penutupan, indeks tersebut berpeluang mencatat kenaikan terbesar dalam sepekan.

Kenaikan ini sekaligus menjadi pemulihan tipis setelah indeks ASX 200 pada Jumat (11/9) mencatat penutupan terendah dalam lebih dari dua bulan.

Sektor kesehatan menjadi salah satu penopang utama dengan kenaikan 1%. Saham perusahaan kesehatan berkapitalisasi besar CSL melonjak lebih dari 1,5%, sekaligus membawa sektor tersebut berpotensi mengakhiri penurunan selama tiga hari berturut-turut.

Sektor kebutuhan pokok konsumen juga menguat 0,4%. Saham Woolworths dan Coles masing-masing naik lebih dari 1%.

Sementara itu, sektor energi hanya mencatat kenaikan tipis. Saham raksasa energi Woodside Energy dan Santos menjadi penopang sektor tersebut.

Baca Juga: Manchester City Menang atas MU, Pro Ref Akui VAR Salah Sahkan Gol Haaland

Harga minyak melonjak

Sentimen pasar Australia turut dipengaruhi kenaikan harga minyak dunia yang melonjak lebih dari 2% pada Senin.

Kenaikan harga minyak terjadi setelah serangan baru kelompok Houthi terhadap Arab Saudi serta serangan Iran terhadap kapal-kapal di kawasan Teluk pada akhir pekan meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi.

Kekhawatiran tersebut semakin besar setelah penutupan salah satu jalur pipa minyak utama Arab Saudi.

Di sisi lain, saham perusahaan tambang emas naik 0,4% seiring penguatan harga emas. Northern Star Resources tercatat naik sekitar 1%.

Namun, indeks sektor pertambangan secara keseluruhan turun 0,5% dan mencatat penurunan selama empat sesi berturut-turut akibat melemahnya harga bijih besi dan tembaga.

Saham BHP turun 0,7%, sedangkan Rio Tinto melemah 0,1%.

Baca Juga: Elon Musk Jadi Sorotan, Film Dokumenter Ini Ungkap Besarnya Kekuasaan Sang Miliarder

Sektor teknologi justru menguat 0,9% dan berpotensi mencatat kenaikan terbesar sejak awal September. Pergerakan tersebut mengikuti penguatan indeks Nasdaq di Wall Street pada perdagangan Jumat.

Sektor keuangan juga bergerak positif. Saham empat bank terbesar Australia atau Big Four naik antara 0,2% hingga 1%.

Saham perusahaan penyewaan kendaraan FleetPartners melonjak ke level tertinggi sepanjang masa setelah tiga calon pembeli mengajukan penawaran yang lebih tinggi.

Di pasar obligasi, imbal hasil surat utang Australia tenor tiga tahun turun 1,9 basis poin menjadi 4,986%.

Imbal hasil obligasi tenor 10 tahun turun menjadi 5,352%, tetapi masih berada di dekat level tertinggi sejak pertengahan 2011.

Sementara itu, di Selandia Baru, indeks S&P/NZX 50 naik 0,6% menjadi 13.658,14.