Bursa Australia Menguat 0,6% Jumat (28/8), Saham Teknologi Terdongkrak Kinerja Nvidia



KONTAN.CO.ID - SYDNEY. Bursa saham Australia menguat pada perdagangan Jumat (28/8/2026), didorong kenaikan saham teknologi dan pertambangan setelah kinerja Nvidia memperkuat optimisme terhadap lonjakan belanja kecerdasan buatan (AI) di sektor teknologi.

Sentimen positif tersebut membantu pasar mengabaikan kekhawatiran mengenai potensi kenaikan suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA) pada September 2026.

Baca Juga: Akibat Serangan Panas, Ekonomi Prancis Stagnan pada Kuartal II-2026


Melansir Reuters, Indeks acuan S&P/ASX 200 naik 0,6% menjadi 9.092,30. Dalam sepekan, indeks tersebut menguat 0,4%.

Sektor teknologi menjadi salah satu penggerak utama bursa Australia dengan kenaikan 2,3%, sekaligus mencatatkan kinerja harian terbaik sejak 20 Agustus 2026.

Penguatan tersebut terjadi setelah Nvidia memberikan prospek pertumbuhan pendapatan yang kuat, yang turut mendorong kenaikan Nasdaq dan meningkatkan sentimen investor terhadap saham teknologi.

Saham WiseTech Global, TechnologyOne dan Xero masing-masing naik sekitar 2,7% hingga 4,8% dan menjadi sejumlah saham dengan kenaikan terbesar di indeks acuan Australia.

Luke Winchester, Portfolio Manager Merewether Capital, mengatakan saham teknologi telah tertekan hampir sepanjang tahun.

Kinerja kuat perusahaan teknologi Amerika Serikat seperti Nvidia dan Salesforce memberikan ruang bagi investor untuk kembali optimistis terhadap sektor tersebut.

“Hal ini memberikan sedikit kelegaan terhadap kekhawatiran investor bahwa perangkat lunak menghadapi risiko struktural akibat dampak AI,” ujar Winchester.

Baca Juga: Pejabat The Fed Mulai Khawatir Inflasi AS, Sinyal Kenaikan Suku Bunga Menguat

Investor Abaikan Potensi Kenaikan Suku Bunga

Investor juga mengabaikan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga RBA pada pertemuan September setelah data menunjukkan inflasi bulanan Australia lebih tinggi dari perkiraan.

Pasar swap kini menunjukkan peluang lebih dari 50% untuk kenaikan suku bunga RBA pada September. Angka tersebut meningkat tajam dari sekitar 16% sebelum data inflasi dirilis.

Baca Juga: Shanghai Berencana Memberi Subsidi untuk Menumbuhkan Kembali Pasar Utang Luar Negeri

Sementara itu, saham perusahaan pertambangan berkapitalisasi besar naik 1,1%, seiring dengan kenaikan harga sejumlah komoditas.

BHP, perusahaan pertambangan terbesar yang tercatat di bursa global, naik 1,4%, sedangkan South32 menguat 0,8%.

Saham perusahaan tambang emas juga naik 0,9%. Dalam sepekan, sektor tersebut menguat 2,2%, sekaligus mencatatkan kenaikan mingguan keenam berturut-turut.

Sektor keuangan turut menguat 0,8%. Seluruh bank besar Australia atau Big Four mencatat kenaikan antara 0,7% dan 1,5%.

Namun, sektor keuangan mencatatkan penurunan selama tiga pekan berturut-turut.

Di sisi lain, sektor properti dan utilitas menjadi penekan indeks dengan masing-masing turun 0,9% dan 0,1%.

Pada sisi korporasi, saham Virgin Australia turun 1,4%, meskipun maskapai tersebut membukukan laba tahunan yang lebih baik dari perkiraan.

Baca Juga: Xi Jinping Pimpin Rapat Politbiro Bahas Banjir Bandang di Nepal dan Tibet

Virgin Australia memperkirakan kapasitas penerbangan domestiknya akan dikurangi sekitar 3% pada paruh pertama tahun mendatang.

Sementara itu, indeks acuan Selandia Baru S&P/NZX 50 turun 0,8% menjadi 13.768,18, level terendah sejak 18 Agustus 2026.

Dalam sepekan, indeks tersebut turun 1,5%, menjadi penurunan mingguan terbesar sejak pertengahan Mei.