Bursa Australia Menguat 0,7% Selasa (25/8), Saham Finansial Memimpin Kenaikan



KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia menguat pada perdagangan Selasa (25/82026), mencatatkan kinerja terbaik dalam hampir tiga pekan.

Saham sektor finansial memimpin penguatan, sementara investor menantikan data inflasi yang dapat memengaruhi arah kebijakan suku bunga bank sentral Australia.

Mengutip Reuters, indeks acuan S&P/ASX 200 naik 0,7% menjadi 9.164,60. Penguatan tersebut menjadi yang terbesar sejak 5 Agustus 2026.


Baca Juga: Indeks Nikkei Jepang Berbalik Naik 0,5% Selasa (25/8), Saham Chip Jadi Penopang

Sektor finansial menguat 0,9%, sekaligus mencatat kenaikan harian terbesar sejak 4 Agustus. Seluruh bank besar Australia atau Big Four mencatat penguatan antara 0,1% hingga 0,8%.

Kinerja sektor finansial juga ditopang saham perusahaan asuransi Suncorp yang melonjak 8% dan IAG yang naik 3,8%.

Financial Times melaporkan perusahaan asuransi asal Jepang, Tokio Marine, telah mengidentifikasi Suncorp sebagai target akuisisi pilihan dan meninjau IAG bersama sejumlah perusahaan potensial lainnya.

"Spekulasi mengenai aksi pengambilalihan telah memberikan momentum baru bagi sektor finansial, sementara bank-bank besar juga mulai pulih setelah mengalami tekanan selama beberapa pekan," kata Hebe Chen, analis pasar Vantage Markets.

Namun, Chen menilai sektor finansial masih menghadapi sejumlah tantangan. Dampak positif suku bunga tinggi terhadap kinerja perbankan mulai berhadapan dengan pertumbuhan kredit perumahan yang lebih lemah dan pasar properti yang mulai mendingin.

Baca Juga: Selat Hormuz Makin Sepi, Transit Kapal Komoditas Capai Titik Terendah 3 Bulan

Investor Tunggu Data Inflasi

Fokus investor kini beralih ke laporan inflasi bulanan Australia yang akan dirilis pada Rabu (26/8). Data tersebut akan menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan arah kebijakan Reserve Bank of Australia (RBA).

Data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan dinilai dapat memperkuat peluang RBA mempertahankan suku bunga pada level saat ini.

Di sektor komoditas, saham pertambangan naik 0,3% dan mencatat rekor tertinggi secara penutupan. Saham BHP juga menyentuh rekor baru setelah sempat naik 1,6%.

Saham sektor teknologi menguat 2,3% ke level tertinggi sejak 18 Agustus. Sementara saham sektor kesehatan naik 1,4%.

Baca Juga: Harga Minyak Lanjutkan Penurunan Selasa (25/8), Abaikan Sanksi Terbaru AS ke Iran

Saham Coles Melonjak

Dari sisi korporasi, saham Woodside Energy turun 1,4% setelah perusahaan membatalkan target belanja energi bersih sebesar US$ 5 miliar hingga 2030. Keputusan tersebut terjadi meski laba semester I-2026 perusahaan meningkat 7%.

Sebaliknya, saham Coles melonjak 4,9% setelah perusahaan membukukan laba tahunan yang melampaui ekspektasi konsensus.

Di Selandia Baru, indeks acuan S&P/NZX 50 juga menguat 0,8% menjadi 13.992,72.