KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa saham Australia menguat pada perdagangan Rabu (28/1/2026), didorong kenaikan saham sektor emas dan energi seiring menguatnya harga komoditas global. Penguatan ini terjadi di tengah sikap
wait and see pelaku pasar menjelang rilis data inflasi penting yang akan menentukan arah kebijakan moneter bank sentral. Indeks acuan S&P/ASX 200 naik 0,4% ke level 8.976,40 pada perdagangan siang dan berpeluang mencatatkan penguatan untuk sesi keempat berturut-turut. Sehari sebelumnya, indeks ini melonjak 0,9% dan menyentuh level tertinggi dalam tiga bulan terakhir.
Perhatian investor tertuju pada laporan inflasi kuartal IV-2025 yang akan dirilis hari ini.
Baca Juga: Bursa Asia Naik (27/1), Harapan Laba Perusahaan AS Redam Dampak Tarif Trump ke Korsel Data tersebut menjadi krusial setelah laporan tenaga kerja yang kuat pekan lalu memicu ekspektasi kenaikan suku bunga lebih cepat oleh Reserve Bank of Australia (RBA). Pasar memperkirakan inflasi inti (trimmed mean) kuartal Desember naik 0,8% secara kuartalan, sehingga mendorong inflasi tahunan ke 3,3%, di atas target RBA di kisaran 2%–3%. Jika inflasi tercatat 0,7% atau lebih rendah, peluang kenaikan suku bunga pada rapat RBA 3 Februari mendatang akan mereda. Sebaliknya, angka 0,9% atau lebih tinggi akan memperbesar kemungkinan pengetatan moneter. Saat ini, pelaku pasar memperkirakan hampir 60% peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan RBA pekan depan, dengan posisi pasar masih sangat bergantung pada hasil rilis inflasi.
Baca Juga: Saham Otomotif Korea Selatan Tertekan Usai Trump Ancam Naikkan Tarif Dari sisi sektoral, saham energi melonjak 1,4% ke level tertinggi sejak awal September, seiring reli harga minyak dunia. Woodside Energy menguat 1,8% setelah membukukan pendapatan kuartalan sebesar US$3,04 miliar, melampaui estimasi Visible Alpha sebesar US$2,84 miliar. Saham emas juga naik sekitar 1% setelah harga emas mencetak rekor tertinggi baru. Northern Star Resources, salah satu saham unggulan di sektor ini, sempat melonjak hingga 2,5%. Sektor pertambangan turut menguat 1,3% dan mencatatkan rekor tertinggi untuk dua sesi berturut-turut. Saham raksasa tambang seperti BHP, Rio Tinto, dan Fortescue naik di kisaran 0,4% hingga 1,5%.
Baca Juga: Nikkei Jepang Anjlok 1% Senin (26/1), Yen Menguat di Tengah Kekhawatiran Intervensi Sementara itu, sektor keuangan naik tipis 0,2%, dengan saham bank terbesar Commonwealth Bank of Australia menguat 0,4%. Di kawasan regional, indeks saham utama Selandia Baru, S&P/NZX 50, justru melemah tipis 0,1% ke level 13.499,23.