Bursa Australia Menguat Jumat (29/5), Ditopang Saham Tambang dan Emas



KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia menguat pada perdagangan Jumat (29/5/2026), dipimpin kenaikan saham sektor tambang dan emas di tengah optimisme pasar terhadap potensi perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Melansir Reuters, Indeks acuan S&P/ASX 200 naik 0,8% menjadi 8.660,60 pada pukul 00.30 GMT, setelah sehari sebelumnya ditutup melemah 1,4%.

Secara mingguan, indeks tersebut berada di jalur kenaikan sekitar 0,2%.


Baca Juga: Inflasi Inti Tokyo Tetap di Bawah Target BOJ, Produksi Pabrik Jepang Bangkit

Sentimen pasar membaik setelah muncul laporan bahwa AS dan Iran telah menyepakati memorandum untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari guna memberi ruang bagi negosiasi lanjutan.

Meski demikian, Presiden Donald Trump disebut masih belum memberikan persetujuan akhir atas kesepakatan tersebut.

Di pasar Australia, saham sektor tambang yang memiliki bobot besar dalam indeks melonjak 2,5% seiring kenaikan harga tembaga global.

Subindeks tambang kini telah menguat 9,6% sepanjang bulan ini dan berpotensi mencatat kenaikan bulanan terbesar dalam empat bulan terakhir.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun Tipis Jumat (29/5): Brent ke US$ 93,36 & WTI ke US$ 88,27

Saham Rio Tinto naik 1,2%, sedangkan BHP menguat 1,7%.

Saham perusahaan tambang emas juga mencatat kenaikan tajam hingga 5,5% mengikuti penguatan harga emas dunia.

Evolution Mining dan Northern Star Resources masing-masing melonjak 4,6%.

Sektor keuangan turut menguat 0,3% dan menuju performa harian terbaik sejak 21 Mei.

Empat bank terbesar Australia tercatat naik antara 0,3% hingga 0,7%.

Sementara itu, saham sektor properti dan teknologi lokal masing-masing menguat 0,3% dan 1,5%.

Baca Juga: Harga Emas Naik Tipis ke US$ 4.512 Jumat (29/5), Harapan Gencatan Senjata AS-Iran

Berbeda dengan sektor lain, saham energi justru melemah 0,9%.

Subindeks energi telah turun lebih dari 6% sepanjang bulan ini dan berpotensi mencatat kinerja bulanan terburuk sejak September tahun lalu.

Saham Santos turun 0,6%, sedangkan Woodside Energy melemah 1,5%.

Di Selandia Baru, indeks acuan S&P/NZX 50 naik 0,4% menjadi 13.254,75 setelah pemerintah merilis anggaran fiskal yang fokus menjaga ruang fiskal negara.

Indeks tersebut telah menguat 2,5% sepanjang Mei dan berada di jalur kenaikan bulanan terbaik sejak September 2025.

Meski demikian, seorang pejabat senior bank sentral Selandia Baru memperingatkan tekanan inflasi masih meningkat bahkan jika konflik AS-Iran segera berakhir.