Bursa Australia Menguat Rabu (15/4), Harapan Negosiasi AS-Iran Angkat Saham Tambang



KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia menguat untuk dua hari berturut-turut pada Rabu (15/4/2026), ditopang saham sektor tambang di tengah meningkatnya optimisme pasar terhadap kelanjutan negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Mengutip Reuters, indeks acuan S&P/ASX 200 naik 0,3% ke level 8.995,10 pada awal perdagangan, melanjutkan kenaikan 0,5% pada sesi sebelumnya.

Baca Juga: Emas Stabil di Puncak Sepekan Rabu (15/4) Pagi, Pasar Tunggu Kepastian Damai AS-Iran


Sentimen positif ini muncul seiring harapan bahwa jalur diplomasi antara AS dan Iran masih terbuka.

Presiden AS Donald Trump dan pejabat Iran menyebutkan bahwa pembicaraan damai berpotensi kembali digelar di Pakistan dalam waktu dekat.

Prospek tersebut membantu meredakan kekhawatiran investor, meskipun aktivitas pelayaran di Selat Hormuz masih jauh di bawah normal akibat konflik yang berlangsung sejak akhir Februari.

Dari sisi sektoral, saham tambang menjadi pendorong utama penguatan dengan kenaikan sekitar 0,8%.

Baca Juga: Kapal Tanker China Rich Starry Mundur, Blokade AS di Selat Hormuz Makin Ketat

Kenaikan ini ditopang lonjakan saham emas hingga 3,4% seiring penguatan harga emas global.

Saham Evolution Mining melonjak hingga 8%, meskipun perusahaan melaporkan penurunan produksi emas kuartalan. Sementara itu, Northern Star Resources naik 2,5%.

Raksasa tambang BHP turut menguat 0,4% setelah laporan Reuters menyebut China pelanggan utamanya telah mencabut larangan pembelian bijih besi dari perusahaan tersebut.

Di sektor keuangan, saham bank besar seperti Commonwealth Bank of Australia dan National Australia Bank masing-masing naik 0,3% dan 0,8%. Sektor properti juga mencatat kenaikan 0,8%.

Namun, saham energi justru melemah 2,5% seiring penurunan harga minyak dunia.

Baca Juga: Negosiasi AS-Iran Menguat, Dolar AS Tertekan ke Level Terendah 6 Pekan Rabu (15/4)

Secara keseluruhan, pasar masih dibayangi ketidakpastian arah kebijakan suku bunga, di tengah upaya bank sentral menilai dampak konflik Iran terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, di Selandia Baru, indeks S&P/NZX 50 juga menguat 0,5% ke level 13.083,38.

TAG: