Bursa Australia Menguat Rabu (22/7), Ditopang Saham Tambang dan Energi



KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia menguat pada perdagangan Rabu (22/7/2026), didorong kenaikan saham-saham sektor pertambangan dan energi. Penguatan ini ditopang oleh naiknya harga logam serta premi risiko pada harga minyak akibat memanasnya konflik di Timur Tengah.

Melansir Reuters hingga pukul 00.07 GMT, indeks acuan S&P/ASX 200 naik 0,3% ke level 8.816,2, setelah pada perdagangan Selasa ditutup relatif datar.

Saham sektor pertambangan menjadi pendorong utama dengan kenaikan hingga 2,3%, sekaligus mencatatkan kinerja terbaik dalam hampir dua pekan.


Baca Juga: Rupiah dan Baht Jadi Mata Uang Asia dengan Pelemahan Terbesar terhadap Dolar Hari Ini

Meski harga bijih besi melemah pada Selasa, harga tembaga melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari enam pekan.

Kenaikan tersebut didukung oleh permintaan yang tetap kuat dari China sebagai konsumen terbesar dunia serta penurunan tajam persediaan tembaga.

Saham BHP naik 2,9% ke level tertinggi sejak 16 Juli, sedangkan Rio Tinto menguat 1,6%.

Sementara itu, saham Capstone Copper yang tercatat di Bursa Australia melonjak 5%, mencapai level tertinggi sejak 15 Juli dan berpotensi mencatat kenaikan harian terbesar dalam dua pekan.

Saham-saham emiten emas juga ikut menguat seiring kenaikan harga logam mulia.

Baca Juga: Final Piala Dunia 2026 Ditonton 66,4 Juta Pemirsa di AS, Tembus Rekor Non-Super Bowl

Indeks sektor emas naik 2,4% ke level tertinggi dalam sepekan. Saham Evolution Mining naik 2,8%, sedangkan Northern Star Resources menguat 1,4%.

Di sektor energi, saham-saham perusahaan minyak dan gas naik hingga 1,2%, memperpanjang reli menjadi empat hari berturut-turut.

Sentimen positif datang dari kenaikan harga minyak setelah konflik di Timur Tengah kembali memanas.

Dua kapal tanker yang mengangkut minyak mentah Arab Saudi menuju Asia berbalik arah setelah kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran mengancam akan melakukan blokade laut.

Pada saat yang sama, militer Amerika Serikat mengumumkan telah melancarkan serangan terhadap target militer Iran untuk malam ke-11 berturut-turut.

Di sisi lain, sektor teknologi justru bergerak berlawanan arah.

Baca Juga: MPOC: Harga Minyak Sawit Malaysia Berpotensi Capai 4.650 Ringgit per Ton pada Agustus

Indeks sektor teknologi turun 1%, setelah sehari sebelumnya melonjak 3,3%.

Saham Technology One, WiseTech Global, dan Seek menjadi pemberat utama indeks acuan dengan penurunan masing-masing antara 2,2% hingga 3,5%.

Sementara itu, di Selandia Baru, indeks acuan S&P/NZX 50 menguat 0,4% atau 51,1 poin ke level 13.707,08.