Bursa Australia Menguat Senin (29/6) Dipicu Saham Tambang, Ketegangan AS-Iran Mereda



KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia menguat pada perdagangan Senin (29/62026), didorong oleh kenaikan saham-saham sektor pertambangan seiring menguatnya harga emas dan bijih besi.

Sentimen positif juga datang dari meredanya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko.

Baca Juga: Bukan Main! Korsel Bangun Mega Klaster AI, Nilai Investasi Tembus 1.000 Triliun Won


Melansir Reuters, Indeks acuan S&P/ASX 200 naik 0,6% menjadi 8.817,78 poin pada awal perdagangan. Sebelumnya, indeks tersebut ditutup menguat 0,2% pada perdagangan Jumat (26/6/2026).

Optimisme pasar meningkat setelah Amerika Serikat dan Iran dilaporkan sepakat menghentikan sementara aksi saling serang di kawasan Teluk serta melanjutkan kembali perundingan terkait sengketa di Selat Hormuz.

Seorang pejabat AS juga menyebut jalur pelayaran di Selat Hormuz akan kembali dibuka untuk lalu lintas kapal.

Sentimen tersebut turut mengangkat saham-saham pertambangan Australia yang naik 0,9%. Penguatan harga bijih besi menopang emiten-emiten berkapitalisasi besar seperti BHP Group dan Fortescue, yang masing-masing menguat 0,5%.

Baca Juga: Harga Emas Meredup Senin (29/6), Pasar Cermati Konflik AS-Iran dan Prospek Suku Bunga

Saham-saham produsen emas menjadi pemimpin penguatan sektor tambang dengan kenaikan 2,3%.

Sebelumnya, harga emas naik pada Jumat lalu karena pelemahan dolar AS dan meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve setelah data inflasi terbaru.

Saham Evolution Mining naik 2,5%, sedangkan Northern Star Resources menguat 0,9%.

Sementara itu, Ramelius Resources melonjak hingga 4,7% setelah menyepakati penjualan aset Edna May Gold Hub kepada Forrestania Resources senilai A$300 juta atau sekitar US$206,7 juta.

Sektor keuangan juga menguat 0,7%. Tiga bank terbesar Australia, yakni Commonwealth Bank of Australia, Westpac, dan National Australia Bank, masing-masing naik antara 0,5% hingga 0,6%. Sebaliknya, saham ANZ terkoreksi 0,2%.

Di sektor kesehatan, saham Neuren Pharmaceuticals melesat hingga 31,4% setelah obat terapi sindrom Rett miliknya, DAYBU, direkomendasikan untuk mendapat persetujuan pemasaran di Uni Eropa.

Kenaikan tersebut membantu indeks sektor kesehatan menguat 0,5%, meski dibatasi oleh pelemahan saham CSL.

Baca Juga: Di Tengah Tekanan China, Perwira Penjaga Pantai Taiwan Andalkan Kekuatan Spiritual

CSL mengumumkan akan menghentikan penerimaan pasien baru untuk obat TAVNEOS di pasar Eropa menyusul hambatan dalam proses regulasi.

Saham sektor teknologi juga pulih dengan kenaikan 4,5% setelah anjlok hampir 5,2% sepanjang pekan lalu. Saham WiseTech Global menjadi salah satu pendorong utama dengan kenaikan 4,1%.

Di sektor energi, indeks naik 0,2% berkat lonjakan 3,4% saham Karoon Energy. Perusahaan minyak dan gas tersebut mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) seiring dimulainya kembali operasi sumur SPS-92.

Sementara itu, di Selandia Baru, indeks acuan S&P/NZX 50 menguat 0,4% menjadi 13.543,94 poin.