Bursa Australia Menguat Tipis Kamis (18/6), Setelah AS-Iran Sepakati Perdamaian



KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia ditutup menguat tipis pada perdagangan Kamis (18/6/2026) setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran merilis rincian kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama beberapa bulan.

Mengutip Reuters, indeks acuan S&P/ASX 200 naik 0,1% ke level 8.974,50 pada awal perdagangan. Indeks tersebut bahkan sempat menyentuh posisi tertinggi sejak pertengahan April sebelum memangkas sebagian penguatannya.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun Lagi Kamis (18/6): Brent ke US$ 78,66 & WTI ke US$ 75,81


Sentimen positif datang dari kesepakatan sementara antara AS dan Iran untuk mengakhiri perang. Meski demikian, Presiden AS Donald Trump tetap memperingatkan bahwa serangan dapat kembali dilancarkan apabila Iran tidak mematuhi komitmen yang telah disepakati.

Sektor keuangan menjadi penopang utama penguatan pasar Australia. Saham bank terbesar Australia, Commonwealth Bank of Australia, naik 0,6%, sementara Westpac juga menguat 0,6%.

Saham bank investasi Macquarie Group bahkan sempat naik hingga 0,5% dan mencetak rekor tertinggi baru.

Di sektor manajemen investasi, saham Challenger Limited naik 0,8% setelah unit usahanya, Fidante, menyepakati merger dengan Channel Capital. Entitas gabungan tersebut akan mengelola aset senilai A$150 miliar atau sekitar US$105,4 miliar.

Baca Juga: Indeks Nikkei Jepang Tembus Level 71.000 untuk Pertama Kalinya Kamis (18/6)

Sementara itu, saham perusahaan investasi Washington H. Soul Pattinson menguat hingga 1% setelah melepas sebagian aset milik Brickworks' Industrial Joint Venture Trust kepada Goodman Group senilai A$1,89 miliar.

Namun, penguatan indeks tertahan oleh pelemahan saham-saham tambang emas seiring turunnya harga logam mulia.

Harga emas terkoreksi setelah meningkatnya ekspektasi pasar bahwa bank sentral AS atau Federal Reserve masih berpeluang menaikkan suku bunga pada tahun ini.

Saham Evolution Mining merosot hingga 3,4%, menjadi salah satu penekan terbesar indeks. Adapun saham Northern Star Resources turun 2,5%.

Penurunan harga bijih besi juga membebani saham-saham pertambangan besar. Saham BHP Group melemah 0,4%, sedangkan Rio Tinto turun 0,9%.

Baca Juga: Ekonomi Selandia Baru Tumbuh 0,8% pada Kuartal I-2026, Konflik Iran Masih Membayangi

Akibatnya, subindeks sektor pertambangan terkoreksi 0,7% pada perdagangan hari itu.

Di kawasan Pasifik lainnya, indeks acuan S&P/NZX 50 di New Zealand turun 0,2% ke level 13.363,35.

Data terbaru menunjukkan perekonomian Selandia Baru tumbuh 0,8% pada kuartal I-2026 dibanding kuartal sebelumnya, sesuai dengan ekspektasi analis.

Meski demikian, pasar masih mencermati dampak perkembangan geopolitik Timur Tengah dan prospek kebijakan suku bunga global terhadap pertumbuhan ekonomi ke depan.