Bursa Australia Naik 0,3% Selasa (22/9), Saham Bank dan Tambang Jadi Penopang



KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia menguat tipis pada perdagangan Selasa (22/9/2026), ditopang kenaikan saham bank dan perusahaan tambang berkapitalisasi besar. Penurunan harga minyak turut mendorong investor kembali masuk ke aset berisiko.

Melansir Reuters, indeks S&P/ASX 200 naik 0,3% menjadi 8.759,60 pada pukul 00.14 GMT, setelah pada perdagangan Senin bergerak relatif datar.

Harga minyak turun di bawah US$100 per barel dalam perdagangan sebelumnya. Penurunan tersebut dipicu harapan adanya terobosan diplomatik dalam hubungan Amerika Serikat (AS) dan Iran serta pemulihan sebagian pengiriman minyak dari Arab Saudi sebagai salah satu eksportir terbesar dunia.


Baca Juga: Indeks KOSPI Reli, Naik Hampir 2% di Pagi Ini (22/9): Asing Net Buy

Penurunan harga minyak turut mendorong imbal hasil obligasi pemerintah Australia tenor panjang turun, mengikuti pergerakan yield US Treasury tenor panjang pada perdagangan sebelumnya.

Namun, sentimen pasar masih dibayangi ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Reserve Bank of Australia (RBA) pada pekan depan.

Pasar memperkirakan, RBA kembali menaikkan suku bunga untuk meredam inflasi yang masih berada di atas target bank sentral.

Asisten Gubernur RBA Sarah Hunter kembali menegaskan bahwa suku bunga mungkin perlu dinaikkan untuk keempat kalinya tahun ini guna memastikan inflasi dapat dikendalikan.

Dari sektor komoditas, indeks saham sumber daya alam naik 0,4%, memulihkan sebagian penurunan pada sesi sebelumnya seiring menguatnya harga bijih besi dan tembaga.

Saham BHP, Rio Tinto dan Fortescue masing-masing naik sekitar 0,2%-0,3%. Sementara itu, saham perusahaan tambang emas Northern Star Resources dan Evolution Mining menguat masing-masing 1,1% dan 0,7%.

Sektor keuangan naik 0,2% dan mencatat penguatan untuk sesi kedua berturut-turut. Saham bank terbesar Australia, Commonwealth Bank of Australia, naik 0,4%.

Saham sektor konsumsi nonprimer dan properti yang sensitif terhadap perubahan suku bunga masing-masing menguat 0,7% dan 0,4%.

Baca Juga: China Minta Eropa Hindari Perang Dagang, Ada Apa?

Sektor teknologi menjadi salah satu penggerak utama bursa Australia. Indeks sektor ini naik hingga 3,9% dan berada di jalur menuju kenaikan harian terbesar sejak akhir Agustus.

Penguatan tersebut mengikuti rekor penutupan indeks Nasdaq Composite di Amerika Serikat pada perdagangan sebelumnya. Saham WiseTech Global dan Xero masing-masing melonjak sekitar 4%.

Sebaliknya, sektor energi menjadi salah satu sektor yang mengalami tekanan dengan penurunan 0,9%. Saham Woodside Energy turun 1,5%, sedangkan Santos terkoreksi 0,8%.

Di Selandia Baru, indeks acuan S&P/NZX 50 naik ke level tertinggi hampir dua pekan di 13.853,14.