Bursa Australia Naik 2,5% Selasa (7/4) Pagi, Didukung Sektor Pertambangan & Perbankan



KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia melonjak lebih dari 2,5% pada Selasa (7/4/2026), didorong oleh penguatan sektor pertambangan dan perbankan, seiring investor menunggu kepastian mengenai kemungkinan resolusi perang di Timur Tengah.

Melansir Reuters, Indeks S&P/ASX 200 naik 2,6% ke level 8.800 poin per 12:52 GMT, setelah sebelumnya turun 1,1% pada perdagangan terakhir sebelum libur Paskah.

Baca Juga: Belanja Rumah Tangga Australia Naik 0,3% di Februari Didorong Makanan dan Wisata


Selain retorika, pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa Washington memiliki mitra aktif dalam pembicaraan dengan Iran menjaga harapan tercapainya resolusi jangka pendek.

Meskipun begitu, tanpa adanya eskalasi militer baru dari AS, investor secara hati-hati kembali menanamkan dana ke aset berisiko, sehingga membantu penguatan indeks global.

Di AS, indeks saham ditutup sedikit lebih tinggi pada Senin, sementara Nikkei Average Futures Jepang naik 0,7% pada perdagangan awal.

Investor fokus pada perkembangan Iran menjelang tenggat Trump bagi Tehran untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Trump memperingatkan Iran bisa “dihancurkan” jika gagal mematuhi, sementara Iran menolak gencatan senjata sementara dan meminta penyelesaian permanen.

Baca Juga: Iran Tolak Gencatan Senjata, Trump Perketat Ancaman Menjelang Tenggat Hormuz

Di Sydney, saham emas naik 2,8%, mengikuti kenaikan harga bullion. Saham Northern Star Resources naik 3,9%, sedangkan Evolution Mining bertambah 1,4%.

Sektor ini sebelumnya turun lebih dari 22% sejak pecahnya perang, tertekan oleh harga emas yang lebih lemah dan penguatan dolar AS.

Indeks pertambangan yang lebih luas meningkat 3%, dengan saham besar Rio Tinto dan BHP masing-masing naik lebih dari 2%.

Sektor perbankan Australia, yang sebelumnya turun lebih dari 5% hingga penutupan Kamis, rebound 2,4% karena investor kembali ke sektor ini setelah pelemahan baru-baru ini. Harapan bahwa suku bunga akan tetap tinggi lebih lama juga mendukung margin bank.

Sementara itu, saham NEXTDC melonjak 10% setelah meluncurkan penawaran wholesale senilai A$1 miliar berupa sekuritas hibrida subordinasi dengan jatuh tempo 100 tahun untuk mendanai pertumbuhan, mengangkat indeks teknologi Australia 6%. Saham properti naik 1,7% dan saham konsumen diskresioner bertambah 2,6%.

Baca Juga: Pemerintah Jepang: Iran Bebaskan Warga Negara Jepang yang Ditahan dengan Jaminan

Di Selandia Baru, indeks S&P/NZX 50 naik 1,3% ke 13.068,22. Fokus investor kini tertuju pada keputusan suku bunga Reserve Bank of New Zealand yang dijadwalkan Rabu.

Survei Reuters terhadap 32 ekonom memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga tetap untuk menyeimbangkan risiko inflasi dengan pertumbuhan yang lemah.