KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia menguat pada perdagangan Jumat (4/9/2026), ditopang kenaikan saham sektor keuangan dan perusahaan tambang emas. Sentimen investor membaik setelah komentar pejabat Federal Reserve (The Fed) Christopher Waller meredakan kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) lebih lanjut. Mengutip
Reuters, indeks S&P/ASX 200 naik 0,2% menjadi 9.035,40 pada pukul 00.50 GMT. Sehari sebelumnya, indeks acuan Australia tersebut menguat 0,5%.
Namun, penguatan tersebut belum cukup menghapus kerugian sepanjang pekan. S&P/ASX 200 masih berada di jalur penurunan sekitar 0,5% secara mingguan.
Baca Juga: Rumor Harga iPhone 18 Pro Naik hingga Rp3,5 Juta, Ini Perkiraannya Komentar The Fed Jadi Sentimen Positif Waller mengatakan, apabila data ekonomi mendatang mengonfirmasi bahwa inflasi AS terus mereda, dirinya cenderung mendukung keputusan untuk mempertahankan suku bunga pada pertemuan The Fed berikutnya. Komentar tersebut membantu meningkatkan sentimen investor di pasar saham Australia karena meredakan kekhawatiran terhadap potensi kenaikan suku bunga AS. Di sisi lain, ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA) justru meningkat. Data produk domestik bruto (PDB) kuartal II yang lebih kuat memperkuat spekulasi bahwa RBA dapat menaikkan suku bunga pada pertemuan September. Pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga RBA pada bulan ini mencapai sekitar 67%.
Baca Juga: Yen Menguat 2,5% Sepekan, Pasar Kian Yakin BOJ Bakal Naikkan Suku Bunga Saham Bank dan Teknologi Menguat Di Sydney, sektor keuangan menjadi salah satu penopang utama indeks dengan kenaikan 0,5%. Empat bank terbesar Australia atau yang dikenal sebagai "Big Four" kompak menguat, dengan kenaikan saham berkisar 0,3% hingga hampir 1%. Saham teknologi juga naik 0,8%, mengikuti penguatan bursa Wall Street pada perdagangan sebelumnya. Sementara itu, indeks sektor pertambangan secara keseluruhan turun 0,3%. Pelemahan tersebut terutama dipicu penurunan saham perusahaan tambang besar BHP Group sebesar 1,6% dan Rio Tinto sebesar 0,5%. Namun, tekanan tersebut sebagian tertahan oleh saham-saham tambang emas yang melonjak 2,4%. Kenaikan saham emas terjadi seiring harga emas menguat setelah ekspektasi kenaikan suku bunga AS mereda. Meski demikian, indeks saham emas Australia masih berada di jalur untuk mengakhiri tren kenaikan selama enam pekan berturut-turut. Sektor energi juga melemah 0,6%. Saham Ampol menjadi salah satu pemberat utama dengan penurunan 6,3%.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Makin Panas Jumat (4/9), Brent Naik 7,1% dan WTI Melonjak 9,8% Bursa Selandia Baru Ikut Menguat Dari Selandia Baru, indeks acuan S&P/NZX 50 naik 0,6% menjadi 13.937,79. Anggota Monetary Policy Committee Reserve Bank of New Zealand Carl Hansen mengatakan, keputusan bank sentral menaikkan suku bunga pada pekan ini mencerminkan adanya konsensus yang jelas di antara anggota komite. Perkembangan kebijakan moneter di Australia dan Selandia Baru tetap menjadi perhatian investor karena dapat memengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi serta valuasi aset di kawasan Pasifik.