Bursa Australia Naik Tipis Rabu (30/9), Menanti Data Inflasi dan Arah Suku Bunga



KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia bergerak naik tipis pada perdagangan Rabu (30/9/2026), tetapi indeks acuan masih menuju penurunan bulanan terburuk dalam enam bulan terakhir.

Investor cenderung menahan aktivitas perdagangan menjelang rilis data inflasi Australia.

Melansir Reuters, Indeks S&P/ASX 200 naik 0,1% menjadi 8.718,1 poin pada pukul 0006 GMT. Namun, indeks tersebut berada di jalur untuk mencatat penurunan bulanan terbesar sejak Maret.


Baca Juga: AS Tarik Pasukan dari Irak, Pengaruh Iran dan Ancaman Islamic State Menguat

Tekanan terhadap pasar saham Australia meningkat setelah harga minyak yang lebih tinggi dan kenaikan imbal hasil obligasi kembali memicu kekhawatiran bahwa inflasi akan bertahan di level tinggi dalam waktu lebih lama.

Data inflasi konsumen Australia untuk Agustus yang dirilis pada Rabu diperkirakan menunjukkan kenaikan inflasi menjadi 4,1% secara tahunan, dari 3,5% pada Juli. Kenaikan harga bahan bakar diperkirakan menjadi salah satu pendorong utama.

Sementara itu, inflasi inti diperkirakan bertahan di 3,6%, jauh di atas target inflasi Reserve Bank of Australia (RBA) sebesar 2% hingga 3%.

Data tersebut dirilis sehari setelah RBA mempertahankan suku bunga acuan di level tertinggi dalam 15 tahun.

Bank sentral juga membuka kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut apabila tekanan inflasi tetap sulit dikendalikan.

Namun, pasar swap masih memperkirakan RBA akan mempertahankan suku bunga pada November dan Desember.

Hingga saat ini, pasar belum memperhitungkan kenaikan suku bunga tambahan pada tahun ini.

Baca Juga: Harga Emas Turun Hampir 6% September, Investor Pantau Inflasi AS

Saham tambang emas menguat

Di pasar saham, sektor tambang emas menguat hingga 3,2% dan mencatat level tertinggi dalam sepekan setelah harga emas rebound dari posisi terendah dalam tujuh pekan.

Saham Northern Star Resources naik 8,4%, sedangkan Evolution Mining menguat 1,6%. Indeks sektor pertambangan secara keseluruhan juga naik 0,6%.

Sebaliknya, sektor perbankan melemah 0,4%. Saham empat bank besar Australia turun antara 0,6% hingga 0,8%.

Sektor energi juga turun 0,7% dan melanjutkan pelemahan untuk sesi perdagangan keempat berturut-turut seiring harga minyak yang mengambil jeda setelah kenaikan sebelumnya.

Baca Juga: China Peringatkan Uni Eropa, Siap Balas Jika Perdagangan Dibatasi

Di sisi korporasi, saham Droneshield melonjak hingga 11,5% ke level tertinggi dalam sebulan, yakni A$1,80.

Perusahaan teknologi pertahanan yang mengembangkan sistem penangkal drone tersebut mengatakan unitnya di AS memenangkan kontrak Domestic Shield dari Departemen Perang AS. Kontrak tersebut memungkinkan Droneshield bersaing untuk mendapatkan pesanan dengan nilai maksimum mencapai US$500 juta.

Sementara itu, indeks saham utama Selandia Baru, S&P/NZX 50, bergerak datar di level 13.686,42 poin.