Bursa Australia Terkoreksi Tipis Selasa (26/3), Terseret Saham Pertambangan dan Bank



KONTAN.CO.ID - Bursa Australia ditutup turun tipis pada hari Selasa (26/3), terseret saham sektor pertambangan dan keuangan meskipun kenaikan pada saham-saham energi dan emas membantu membatasi kerugian.

Sementara investor menantikan angka utama inflasi domestik untuk isyarat penurunan suku bunga.

Melansir Reuters, indeks S&P/ASX 200 ditutup turun 0,4% pada 7.780,20 poin, mencatat hari terburuknya dalam lebih dari seminggu. Patokan tersebut berakhir 0,5% lebih tinggi pada hari Senin.


Baca Juga: Bursa Asia Bervariasi di Pagi Ini (26/3), Ini Sentimen yang Menopangnya

Investor akan mengamati angka inflasi domestik untuk bulan Februari, yang diperkirakan akan dirilis pada hari Rabu (27/8), serta data pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) inti AS untuk kuartal keempat, yang akan dirilis pada hari Jumat.

Hebe Chen, analis di IG Markets memprediksi, ada kemungkinan kenaikan kecil angka inflasi Australia.

"Setiap perbaikan yang signifikan dapat mendorong Reserve Bank of Australia untuk mengikuti jejak Federal Reserve...dan bahkan mempertimbangkan prospek penurunan suku bunga pada pertemuan berikutnya."

Pertemuan kebijakan moneter RBA berikutnya akan diadakan pada tanggal 2 April.

Saham penambang kelas berat turun 0,8% mengikuti penurunan harga bijih besi.

Saham penambang terkemuka Rio Tinto, BHP Group dan Fortescue masing-masing turun antara 0,3% dan 1,4%.

Sektor keuangan yang sensitif terhadap suku bunga turun 0,2%, dengan bank-bank 'Empat Besar' diperdagangkan di zona merah. Mereka kehilangan antara 0,2% dan 0,7%.

Sebaliknya, saham energi dan emas masing-masing menguat 0,5% dan 0,8%.

Raksasa minyak dan gas Woodside Energy dan rekannya yang lebih kecil Santos masing-masing menguat 1% dan 0,4%.

Baca Juga: Bursa Australia Ditutup Turun Jumat (22/3), Terseret Saham Komoditas dan Bank

Penambang emas Northern Star Resources dan Evolution Mining masing-masing naik 1,6% dan 0,6%.

Sementara itu, sentimen konsumen Australia menurun dari level tertingginya dalam 20 bulan pada bulan Maret karena kekhawatiran terhadap prospek ekonomi dan keuangan keluarga kembali melemahkan suasana, sebuah survei menunjukkan pada hari Selasa.

Indeks acuan S&P/NZX 50 Selandia Baru turun 0,3% menjadi 12.031,81 poin pada penutupan perdagangan, turun untuk pertama kalinya dalam enam sesi.

Saham penyedia jasa konstruksi Fletcher Building dan perusahaan telekomunikasi Chorus mengalami kerugian terbesar pada indeks acuan, masing-masing turun 2,4% dan 2,2%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto