KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia melemah untuk sesi kedua berturut-turut pada perdagangan Jumat (25/9/2026). Indeks S&P/ASX 200 juga berada di jalur penurunan mingguan keempat berturut-turut seiring kenaikan harga minyak kembali memicu kekhawatiran inflasi dan prospek kenaikan suku bunga. Mengutip
Reuters, indeks S&P/ASX 200 turun 0,5% menjadi 8.661,20 pada pukul 00.10 GMT. Indeks tersebut diperkirakan melemah sekitar 0,8% sepanjang pekan ini.
Baca Juga: Jarang Disampaikan, Mufti Besar Saudi Serukan Tentara Kerajaan untuk Perangi Houthi Ketegangan di Timur Tengah dan minimnya perkembangan dalam pembicaraan perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mendorong harga minyak kembali berada di atas US$100 per barel. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi dan menekan minat investor terhadap aset berisiko. Di Australia, tekanan inflasi yang masih bertahan turut membuat pasar memperkirakan Reserve Bank of Australia (RBA) akan kembali menaikkan suku bunga. Jika terealisasi, suku bunga acuan Australia berpotensi mencapai 4,60%, level tertinggi dalam hampir 15 tahun. Tekanan inflasi antara lain berasal dari kenaikan tagihan energi serta tingginya investasi pada pusat data yang meningkatkan kebutuhan energi. Data pasar tenaga kerja Australia yang dirilis Kamis juga menunjukkan tingkat pengangguran secara tak terduga naik ke level tertinggi dalam lima tahun pada bulan lalu. Namun, jumlah lapangan kerja kembali meningkat cukup kuat. Data tersebut memberikan sinyal beragam bagi pasar tenaga kerja. Meski demikian, pasar masih memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat untuk meredam tekanan inflasi.
Baca Juga: Trump dan Xi Bertemu di Gedung Putih, Belum Ada Terobosan Dagang dan AI Saham tambang dan teknologi tertekan Dari pasar saham, sektor pertambangan menjadi salah satu pemberat utama indeks dengan penurunan sekitar 1%. Saham-saham tambang tertekan pelemahan harga tembaga. Saham BHP dan Rio Tinto masing-masing menyentuh level terendah dalam sekitar satu pekan. Subindeks pertambangan juga berada di jalur penurunan mingguan keempat secara beruntun. Saham perusahaan tambang emas Northern Star Resources turun 0,7%, sementara Evolution Mining melemah 0,5%. Sektor teknologi juga terkoreksi 1,5%, mengikuti pelemahan saham teknologi di Wall Street pada perdagangan sebelumnya. Saham WiseTech Global turun hampir 2%, sedangkan Xero melemah 2,9%. Sementara itu, sektor consumer discretionary turun 0,7% dan sektor industri melemah 0,5%.
Baca Juga: FCGF 2026 Hari Kedua: Ini Pandangan Business China tentang Politik Dunia Di sisi lain, saham Insurance Australia Group (IAG) menguat hampir 2%, menjadi kenaikan intraday terbesar dalam dua pekan. Penguatan terjadi setelah perusahaan menyepakati penyelesaian gugatan Credit Suisse senilai A$2,8 miliar terkait kerugian yang berkaitan dengan runtuhnya perusahaan pembiayaan Greensill Capital. Di Selandia Baru, indeks S&P/NZX 50 turun 0,3% menjadi 13.788. Namun, indeks tersebut masih mencatat kenaikan sekitar 0,5% sepanjang pekan.