Bursa Australia Turun Senin (13/4) Pagi Usai Negosiasi AS-Iran Gagal



KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia melemah pada perdagangan Senin (13/4/2026), dengan saham-saham sektor tambang menjadi penekan utama, di tengah melemahnya minat investor terhadap aset berisiko setelah negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran berakhir tanpa kesepakatan.

Melansir Reuters, indeks acuan S&P/ASX 200 turun 0,4% menjadi 8.925,60 pada pukul 00.38 GMT, setelah sebelumnya mencatat kenaikan tajam sebesar 4,4% sepanjang pekan lalu.

Baca Juga: Trump Serang Paus Leo, Kritik Keras Soal Kejahatan dan Kebijakan Luar Negeri


Sentimen pasar tetap rapuh seiring ketidakpastian mengenai kapan konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran akan berakhir, setelah perundingan akhir pekan tidak menghasilkan terobosan.

Presiden AS Donald Trump juga menyatakan bahwa Washington akan mulai memblokade Selat Hormuz, sementara Iran memperingatkan bahwa setiap kapal militer yang mendekat akan dianggap melanggar gencatan senjata.

Di Sydney, sektor energi menjadi salah satu dari dua sektor yang mencatat penguatan, naik 3,3% seiring lonjakan harga minyak yang menembus US$100 per barel. Saham Woodside dan Santos masing-masing menguat sekitar 2% hingga 3%.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Turun Lebih 1% Senin (13/4) Pagi, Tertekan Dolar AS

Saham Viva Energy bahkan melonjak lebih dari 4%, meskipun perusahaan tersebut mengumumkan potensi kerugian penurunan nilai (impairment) sebesar US$17,5 juta setelah adanya tinjauan regulator.

Sebaliknya, saham-saham emas merosot 3,5%, menyeret indeks sektor pertambangan turun 0,9%.

Penurunan ini terjadi seiring harga emas global yang terkoreksi lebih dari 2% akibat penguatan dolar AS. Saham Evolution Mining dan Northern Star Resources masing-masing turun lebih dari 4%.

Sektor keuangan juga melemah 0,2% setelah mencatat penguatan selama empat sesi sebelumnya, dengan empat bank besar mencatat penurunan antara 0,2% hingga 1,1%.

Di tengah meningkatnya risiko inflasi akibat konflik Timur Tengah serta ketidakpastian arah suku bunga, saham sektor konsumsi non-primer dan properti masing-masing turun 1% dan 0,3%.

Baca Juga: Blokade AS terhadap Iran Berisiko Picu Eskalasi Militer Baru

Pada saham individu, Monash IVF melonjak 16,5% setelah menerima penawaran akuisisi yang lebih tinggi dari sebuah konsorsium.

Sementara itu, di Selandia Baru, indeks acuan S&P/NZX 50 turun 1,1% menjadi 13.032,28.

Saham a2 Milk anjlok 17,3% setelah perusahaan memangkas proyeksi laba tahun fiskal 2026 akibat gangguan rantai pasok yang berdampak pada ketersediaan produk susu formula untuk pasar China.

Di sisi lain, saham Fonterra naik 7,2% setelah perusahaan menunjuk kepala eksekutif baru.