Bursa Australia Turun Terseret Tarif AS, Saham Teknologi dan Energi Tertekan



KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia melemah pada perdagangan Senin (23/2/2026), dipimpin penurunan sektor teknologi, properti, dan energi, setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif sementara 15% terhadap sebagian besar negara, yang kembali menekan selera risiko investor.

Melansir Reuters, Indeks acuan S&P/ASX 200 turun 0,4% menjadi 9.045,7 pada pukul 00.49 GMT. Pekan lalu, indeks tersebut sempat menguat 1,8%.

Baca Juga: Militer Meksiko Tewaskan Bos Kartel “El Mencho” dalam Operasi yang Didukung AS


Kekhawatiran perdagangan kembali mencuat setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif darurat Trump.

Presiden AS itu kemudian mengumumkan tarif baru 10% untuk seluruh dunia sebelum menaikkannya menjadi 15%, memicu ketidakpastian di pasar.

Chris Weston, Kepala Riset Pepperstone, mengatakan bahwa meskipun investor berupaya mencerna pengumuman tersebut dengan cepat, implikasi jangka panjangnya tetap kompleks.

Saham Berbasis AS Terpukul

Di Sydney, saham raksasa bioteknologi CSL Limited turun sekitar 2,7%, sementara produsen anggur Treasury Wine Estates merosot 3,7%.

Kedua perusahaan tersebut memperoleh sekitar 40–50% pendapatan dari pasar AS berdasarkan laporan tahunan 2025 mereka.

Sektor teknologi anjlok lebih dari 2,5%, dengan saham Xero dan WiseTech Global masing-masing turun lebih dari 2%.

Baca Juga: Bursa Asia Tertahan Senin (23/2), Dolar Melemah di Tengah Kebingungan Tarif AS

Saham energi melemah 1,7% seiring turunnya harga minyak akibat kekhawatiran bahwa tarif baru dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi global dan permintaan bahan bakar.

Raksasa energi Woodside Energy turun 1% menjelang laporan keuangan tahunannya pada Selasa.

Sementara itu, peritel bahan bakar terbesar Australia, Ampol, merosot hampir 3% meskipun melaporkan laba tahunan yang melampaui ekspektasi.

Penambang dan Emas Menguat

Sektor properti turun 1,5%, sedangkan subindeks perbankan melemah tipis 0,3%.

Di sisi lain, indeks pertambangan naik sekitar 1%, didukung kenaikan 1,4% pada saham perusahaan tambang terbesar dunia, BHP.

Baca Juga: Investor Ed Garden Bangun Kepemilikan di Fortune Brands dan Dorong Pergantian CEO

Saham perusahaan tambang emas melonjak 2% kenaikan intraday terbesar dalam sepekan—mengikuti penguatan harga emas sebagai aset safe haven.

Evolution Mining dan Northern Star Resources masing-masing naik sekitar 1,2%.

Di Selandia Baru, indeks acuan S&P/NZX 50 menguat 0,9% menjadi 13.424,21.

Selanjutnya: Kode Redeem FF Toko Kelontong, Kapan Muncul Lagi? Inilah yang Harus Anda Ketahui

Menarik Dibaca: Harga Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Hari Ini Senin (23/2) Kompak Mager