KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto mulai menggodok nama calon Gubernur Bank Indonesia (BI) definitif untuk menggantikan Perry Warjiyo yang mengundurkan diri dari jabatannya pada 25 Juli 2026 lalu. Berdasarkan sumber yang diterima KONTAN, terdapat tiga nama yang masuk dalam bursa calon Gubernur BI yang akan direkomendasikan Presiden kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Ketiga nama tersebut yakni Muliaman Darmansyah Hadad, Destry Damayanti, dan Aida S. Budiman. Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari Istana Kepresidenan mengenai nama yang akan diajukan kepada DPR. Sesuai ketentuan Undang-Undang BI, calon Gubernur BI diusulkan Presiden dan harus memperoleh persetujuan DPR sebelum ditetapkan.
Muliaman Darmansyah Hadad
Muliaman D. Hadad merupakan ekonom dan regulator yang telah lama berkecimpung di sektor keuangan Indonesia. Namanya semakin dikenal luas setelah menjadi Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2012–2017, sekaligus menjadi ketua pertama OJK sejak lembaga tersebut berdiri. Sebelum memimpin OJK, sebagian besar karier Muliaman dihabiskan di BI. Ia mengawali kariernya sebagai staf umum di Kantor BI Mataram, kemudian menempati berbagai posisi di bidang pengaturan dan pengawasan perbankan. Pada 2005, ia diangkat sebagai Direktur di BI, sebelum dipercaya menjadi Deputi Gubernur BI pada periode 2006–2012. Setelah menyelesaikan masa jabatannya di OJK, Muliaman dipercaya menjadi Duta Besar Republik Indonesia untuk Swiss dan Liechtenstein. Pengalaman panjang di bank sentral, pengawasan sektor jasa keuangan, hingga diplomasi ekonomi membuat namanya kerap diperhitungkan untuk mengisi berbagai jabatan strategis di sektor keuangan. Pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Muliaman dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pengawas Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Sebelumnya, ia juga sempat ditunjuk sebagai Kepala Danantara pada Oktober 2024. Berkarier sebagai regulator, Muliaman juga aktif di dunia akademik sebagai dosen program pascasarjana di Universitas Indonesia dan Universitas Trisakti. Ia juga aktif dalam berbagai organisasi, salah satunya sebagai Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) sejak 2008 hingga 2015. Di sektor korporasi, Muliaman menjabat sebagai Komisaris Independen PT Astra International Tbk sejak 2023 hingga saat ini. Ia juga pernah merangkap menjadi Komisaris Utama Komisaris Independen PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) sejak 2023 hingga 2025. Riwayat pendidikan:- S1 Sarjana Ekonomi, Studi Pembangunan Universitas Indonesia
- S2 Master of Public Administration, Harvard University, Amerika Serikat
- S3 Doctor of Philosophy, Monash University, Australia
Destry Damayanti
Destry Damayanti merupakan ekonom ternama yang saat ini menjabat sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI), sekaligus Deputi Gubernur Senior BI sejak 2019 hingga 2019. Ia mengemban tugas tersebut setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI. Sebelum bergabung dengan BI, Destry memiliki pengalaman panjang di bidang ekonomi, akademik, dan sektor keuangan. Ia pernah menjadi Senior Economic Adviser untuk Duta Besar Inggris di Indonesia pada 2000–2003, peneliti dan dosen di Fakultas Ekonomi UI, Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas, serta Kepala Ekonom Bank Mandiri pada 2011–2015. Pada periode yang sama, ia juga dipercaya memimpin Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN. Pada 2015, Destry diangkat sebagai Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk periode 2015–2019. Empat tahun kemudian, ia dilantik sebagai Deputi Gubernur Senior BI berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 74/P Tahun 2019 dan kembali dipercaya untuk periode kedua pada 2024. Pendidikan:- S1 Ekonomi Universitas Indonesia (UI)
- S2 Master of Science, Regional Science, Cornell University, New York, Amerika Serikat
Aida S. Budiman
Aida S. Budiman saat ini menjabat sebagai Deputi Gubernur BI. Ia resmi menduduki posisi tersebut pada awal 2022 hingga 2027 setelah memperoleh persetujuan DPR. Mengawali karier pada tahun 1991 sebagai staf Analis Inflasi dan Proyeksi Perekonomian Indonesia, Aida memiliki banyak pengalaman di bidang perumusan kebijakan moneter, internasional, dan baurannya dengan kebijakan reformasi struktural. Aida pernah menjabat sebagai Wakil Direktur Eksekutif, International Monetary Fund, South East Asia Voting Group office, mewakili 13 negara yang tergabung dalam SEAVG office terutama untuk isu capital flows management dan impilikasinya bagi negara berkembang. Sebelum menjabat sebagai Deputi Gubernur BI, Aida menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter pada 2014-2018 dan juga Kepala Departemen Internasional pada 2014-2018.- S1 Sosial Ekonomi Pertanian Agribisnis di Institut Pertanian Bogor
- S2 University of Southern California pada tahun 1994 hingga meraih gelar MA in Economics
- S3 Claremont Graduate University, USA meraih gelar Doctos of Philosophy