Bursa China dan Hong Kong Anjlok, Saham AI Tertekan hingga 7%



KONTAN.CO.ID - Bursa saham China dan Hong Kong melemah tajam pada awal perdagangan Jumat (6/11/2026).

Tekanan terjadi seiring meluasnya aksi jual saham teknologi global akibat kekhawatiran investor terhadap potensi pengetatan regulasi kecerdasan buatan (AI) dan perlambatan investasi di sektor tersebut.

Mengutip Reuters, indeks saham unggulan China CSI300 dan Shanghai Composite masing-masing turun 1,5% pada awal perdagangan.


Baca Juga: Apple Kembali Jajaki Pasar Obligasi, Bidik Dana Setara Rp126 Triliun

Saham-saham teknologi menjadi pemberat utama pasar. Indeks Star 50 yang mencerminkan saham perusahaan teknologi dan indeks AI China sempat anjlok lebih dari 5% saat pembukaan perdagangan, sebelum memangkas sebagian kerugiannya.

Tekanan lebih besar terjadi di Hong Kong. Indeks Hang Seng turun 1,6%, sedangkan Hang Seng Artificial Intelligence Index merosot sekitar 7%.

Pelemahan bursa China dan Hong Kong mengikuti aksi jual besar-besaran saham teknologi di pasar global.

Di Amerika Serikat (AS), indeks Nasdaq yang didominasi saham teknologi mencatat penurunan harian terdalam sejak peristiwa Liberation Day pada April 2025, ketika Presiden Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif besar-besaran.

Penurunan di Wall Street menghapus nilai kapitalisasi pasar hingga triliunan dolar AS. Investor khawatir kemenangan besar Partai Demokrat dalam pemilihan paruh waktu AS akan meningkatkan pengawasan terhadap industri AI, termasuk pembangunan pusat data dan investasi infrastrukturnya.

Baca Juga: Presiden Vladimir Putin Ambil Alih Pengelolaan Aset Japan Tobacco di Rusia

Sentimen negatif tersebut berlanjut ke pasar Asia pada Jumat pagi. Indeks Kospi Korea Selatan anjlok lebih dari 8% hingga memicu penghentian sementara perdagangan selama 20 menit melalui mekanisme circuit breaker.

Sementara itu, indeks Nikkei Jepang merosot sekitar 5% pada awal perdagangan. Tekanan di sejumlah bursa Asia menunjukkan meluasnya aksi pengurangan risiko investor, terutama pada saham teknologi dan semikonduktor.