KONTAN.CO.ID - Bursa saham China ditutup menguat pada Senin (20/7/2026) setelah mendapat dorongan dari langkah pemerintah dan investor pelat merah yang berupaya menstabilkan pasar. Meski demikian, aksi jual masih membayangi saham-saham teknologi dan emiten berkapitalisasi kecil yang sebelumnya mencatat reli tinggi.
Baca Juga: FAA Sebut Sertifikasi Boeing 737 MAX 7 dan MAX 10 Segera Rampung Melansir
Reuters, Indeks CSI300 yang berisi saham-saham unggulan naik 1,5%, sedangkan Shanghai Composite Index menguat 0,9%. Di Hong Kong, indeks Hang Seng melonjak 2,4%. Penguatan tersebut terjadi setelah kedua indeks utama di China anjlok lebih dari 5% pada pekan lalu, seiring aksi jual global yang dipicu meningkatnya konflik di Timur Tengah dan tekanan pada saham-saham semikonduktor. Sentimen pasar juga membaik setelah Ketua China Securities Regulatory Commission (CSRC) Wu Qing menggelar pertemuan dengan pelaku pasar di Beijing pada Senin. Dalam pertemuan tersebut, regulator berjanji akan mengerahkan segala upaya untuk menjaga stabilitas pasar modal.
Baca Juga: Presiden Argentina Umumkan Libur Nasional, Rayakan Perjuangan Messi Cs di Piala Dunia Sinyal dukungan juga datang dari perusahaan-perusahaan milik negara. Dua BUMN China mengungkapkan telah menggelontorkan sekitar 60 miliar yuan (US$ 8,86 miliar) untuk membeli saham dalam beberapa hari terakhir guna menopang pasar. Selain itu, sejumlah perusahaan pelat merah yang telah tercatat di bursa, termasuk Aluminum Corp of China, CRRC Corp, dan SDIC Power, mengumumkan bahwa induk usahanya akan meningkatkan kepemilikan saham sebagai upaya memperkuat kepercayaan investor. Penguatan bursa terutama ditopang oleh sektor-sektor tradisional seperti konsumer, properti, dan utilitas yang sepanjang tahun ini tertinggal dibandingkan saham-saham teknologi. Di sisi lain, investor memanfaatkan kenaikan pasar untuk mengurangi kepemilikan pada saham teknologi di tengah kekhawatiran terhadap valuasi yang dinilai terlalu tinggi. Indeks STAR Composite yang berisi saham-saham teknologi turun 2,3% dan menyentuh level terendah dalam hampir tiga bulan.
Baca Juga: Ekspor Magnet Tanah Jarang China ke AS Belum Pulih Sepenuhnya Sementara itu, saham-saham berkapitalisasi kecil yang tercatat di STAR Market merosot lebih dari 6%. Tekanan juga terjadi pada sektor semikonduktor. Indeks yang melacak perusahaan material dan peralatan pembuat chip anjlok 7%, memperpanjang tren penurunan menjadi tujuh sesi berturut-turut. "Setiap sektor yang terlalu padat investor menghadapi risiko volatilitas yang sangat tinggi," ujar Wang Zhuo, mitra di Shanghai Zhuozhu Investment.
Menurut Wang, ketika tren kenaikan saham AI dan chip mulai kehilangan momentum, dana investor akan beralih ke aset yang menawarkan kepastian laba dan arus kas yang lebih stabil.
Baca Juga: Harga Minyak Tembus Level Tertinggi dalam Sebulan, Konflik AS-Iran Ganggu Pasokan Indikasi meredanya euforia pada sektor teknologi juga terlihat dari penawaran umum perdana (IPO) produsen chip CXMT senilai US$ 8,6 miliar, yang mendapat minat investor institusi lebih rendah dibandingkan IPO besar lainnya di China pada tahun ini. Sebelumnya, investor di China juga mengurangi posisi berleverage secara signifikan. Nilai pinjaman margin tercatat menyusut lebih dari 160 miliar yuan (US$ 23,65 miliar) sepanjang pekan lalu, mencerminkan upaya pelaku pasar mengurangi risiko di tengah volatilitas yang meningkat.