Bursa China Jatuh Dipicu Aksi Jual Saham Teknologi, Dukungan Pemerintah Mengecewakan



KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. Saham-saham di China melemah pada Selasa (3/11/2026) seiring dengan aksi jual investor terhadap saham sektor energi dan teknologi, karena mereka kecewa dengan serangkaian langkah yang dirancang oleh regulator untuk menghentikan penurunan pasar.

Mengutip Reuters, Selasa (3/11/2026), indeks blue chip CSI300 dan indeks acuan Shanghai Composite sama-sama turun sekitar 1% pada awal perdagangan, menghapus kenaikan yang dicapai pada hari Senin.  Indeks acuan Hong Kong, Hang Seng, cenderung stagnan.

Pada hari Senin, regulator China meluncurkan sejumlah langkah—mulai dari pelaksanaan operasi swap hingga peningkatan fasilitas pinjaman untuk pembelian kembali saham (buyback) oleh perusahaan terbuka—sebagai upaya untuk menstabilkan pasar modal yang sedang tertekan.


Baca Juga: AS Akui Serang Iran, Bantah Operasi Militer Besar-besaran Dimulai Lagi

Kebijakan ini dirilis setelah indeks CSI300 anjlok 8,5% pada bulan Oktober akibat aksi jual saham teknologi yang menekan sentimen pasar.

"Langkah-langkah ini berada di bawah ekspektasi," ujar Chen Jiande, manajer investasi di Fujian Tianlang Asset Management Co.

"Banyak investor yang memegang saham teknologi yang terpuruk memanfaatkan setiap rebound (pemulihan harga) untuk segera keluar dari pasar."

Indeks STAR Composite, yang berfokus pada sektor teknologi, turun 1,6%.

Investor juga masih merasa cemas terkait kesehatan keuangan pengembang properti milik negara, Zhuhai Huafa Group, menyusul laporan media yang menyebutkan bahwa perusahaan tersebut tengah berupaya meminta perpanjangan tenor untuk sejumlah pinjaman bank.

Baca Juga: Mayoritas Mata Uang Asia Melemah Selasa (3/11), Rupiah Justru Menguat Tipis

Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah terpantau stabil pada awal perdagangan, dengan obligasi tenor 10 tahun dan 30 tahun masing-masing mencatat penurunan tipis sekitar 0,3 basis poin.