Bursa Eropa Menguat, Harga Minyak Turun dan Tekanan Obligasi Mereda



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa saham Eropa bergerak menguat pada perdagangan Kamis (17/9/2026), didukung penurunan harga minyak mentah dan mulai meredanya tekanan di pasar obligasi global setelah Bank Sentral AS, The Fed menaikkan suku bunga sesuai ekspektasi pasar.

Mengutip Reuters, indeks STOXX 600 Eropa naik 0,5% menjadi 640,37 poin pada pukul 08.05 GMT. Hampir seluruh bursa regional bergerak positif, dengan indeks DAX Jerman juga menguat 0,5%.

Sektor perjalanan menjadi salah satu penguat utama dengan kenaikan 0,8%, seiring penurunan harga minyak yang berpotensi menekan biaya operasional. Saham teknologi juga naik 0,8%, ditopang penguatan Nemetschek dan ASML.


Baca Juga: Harapan Gencatan Senjata AS-Iran Dorong Bursa Eropa Naik, Harga Minyak Turun

Sebaliknya, sektor energi melemah 0,2% karena harga minyak melanjutkan penurunan untuk sesi kedua. Reuters melaporkan, pelemahan harga minyak terjadi setelah muncul kabar Arab Saudi menawarkan tambahan kargo minyak mentah melalui Oman.

Meski turun, harga minyak masih bertahan di atas level US$ 100 per barel.

Pergerakan pasar juga dipengaruhi kondisi pasar obligasi global yang mulai stabil setelah imbal hasil surat utang pemerintah di sejumlah negara sempat mencapai level tertinggi dalam beberapa bulan pada awal September.

Pasar menanti Bank of England

Pelaku pasar selanjutnya mengalihkan perhatian ke Bank of England (BoE) yang diperkirakan mempertahankan suku bunga pada keputusan kebijakan moneter Kamis.

Sebelumnya, The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Rabu. Keputusan tersebut telah diperkirakan pasar, sementara bank sentral Amerika Serikat itu masih membuka ruang untuk kenaikan suku bunga berikutnya dalam beberapa bulan mendatang.

Di pasar saham, pergerakan sejumlah emiten menjadi perhatian. Saham Sodexo naik 3,2% setelah J.P. Morgan menaikkan rekomendasinya menjadi overweight dari sebelumnya neutral.

Baca Juga: Bursa Asia Menguat, Harga Minyak Turun Jelang Rilis Kinerja Nvidia

Sementara itu, saham Bilfinger turun tajam 24,2% setelah perusahaan jasa industri asal Jerman tersebut kembali memangkas prospek kinerjanya untuk 2026.

Dengan kondisi harga minyak yang mulai turun dan tekanan imbal hasil obligasi yang mereda, sentimen risiko di pasar saham Eropa kembali mendapat ruang untuk menguat.