Bursa Jepang Anjlok Kamis (16/7), Saham Chip Seret Indeks Nikkei Turun Lebih dari 3%



KONTAN.CO.ID - Bursa saham Jepang dibuka melemah tajam pada perdagangan Kamis (16/7/2026), dengan indeks Nikkei turun lebih dari 3% akibat aksi jual pada saham-saham sektor semikonduktor.

Investor memilih berhati-hati menjelang pengumuman kinerja keuangan raksasa produsen chip asal Taiwan, Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC).

Mengutip Reuters, indeks Nikkei 225 turun 3,1% menjadi 66.597,62 pada awal perdagangan Asia. Sementara itu, indeks yang lebih luas, Topix, melemah 1,2% ke level 4.039,07.


Baca Juga: Harga Minyak Dunia Terus Naik Kamis (16/7), Brent ke US$ 85,28 & WTI ke US$ 80,02

Pelemahan ini terjadi sehari setelah Nikkei ditutup menguat hampir 1,5%, didorong prospek positif dari produsen peralatan chip asal Belanda, ASML, yang menaikkan proyeksi keuangan tahunannya.

Namun, sentimen tersebut mereda karena investor mulai mengambil untung dan menunggu hasil laporan keuangan TSMC.

Selain itu, indeks semikonduktor Philadelphia (Philadelphia Semiconductor Index) di Wall Street juga ditutup di level terendah dalam sepekan.

Saham-saham terkait semikonduktor menjadi penekan utama pergerakan Nikkei.

Produsen chip memori Kioxia mencatat penurunan terbesar di indeks Nikkei dengan anjlok 13,5%.

Baca Juga: Harga Emas Stabil, Eskalasi Konflik Timur Tengah Redam Optimisme Penurunan Inflasi AS

Saham produsen peralatan pengujian chip Advantest turun 7,1%, sedangkan konglomerasi investasi teknologi SoftBank Group melemah 7,2%.

Pelaku pasar menantikan paparan kinerja keuangan TSMC yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis.

Produsen chip terbesar di dunia untuk kecerdasan buatan (AI) tersebut diperkirakan membukukan rekor laba kuartalan untuk lima kuartal berturut-turut.

Laba bersih TSMC pada periode April–Juni diproyeksikan melonjak 59% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, didorong tingginya permintaan global terhadap infrastruktur AI.

"Pasar saham Jepang kemungkinan akan tertekan hari ini akibat penurunan saham-saham semikonduktor di Amerika Serikat pada perdagangan sebelumnya. Selain itu, investor diperkirakan mengambil sikap menunggu menjelang laporan keuangan TSMC," tulis analis Tokai Tokyo Intelligence Laboratory dalam sebuah riset.

Secara keseluruhan, pergerakan saham di Bursa Jepang cenderung negatif. Dari 225 saham anggota indeks Nikkei, tercatat 111 saham menguat, 112 saham melemah, dan dua saham tidak berubah.

Baca Juga: Bank Sentral Korea Selatan Naikkan Suku Bunga ke 2,75%, Sesuai Ekspektasi Pasar

Di tengah tekanan pasar, saham Nichirei justru melonjak 7,2% setelah perusahaan makanan beku dan logistik rantai dingin tersebut mengumumkan akan kembali mengoperasikan pengiriman produk makanan beku serta gudang berpendingin yang sebelumnya dihentikan akibat serangan siber.

Kenaikan tersebut menjadi rebound setelah sehari sebelumnya saham Nichirei merosot 8,2%, yang merupakan penurunan harian terbesar dalam hampir satu tahun.