Bursa Jepang Bergerak Mendatar Senin (27/7), Menanti Musim Laporan Keuangan



KONTAN.CO.ID - Indeks saham Jepang bergerak fluktuatif pada perdagangan Senin (27/7/2026), seiring investor mencerna meredanya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang menekan harga minyak.

Meski sentimen pasar membaik, pelaku pasar masih enggan mengambil posisi besar menjelang musim laporan keuangan emiten dan serangkaian rapat bank sentral pekan ini.

Baca Juga: Laba Industri China Tumbuh Melambat Juni 2026, Pemulihan Ekonomi Masih Belum Merata


Melansir Reuers hingga perdagangan siang, indeks Nikkei 225 bergerak naik turun dan terakhir melemah 0,22% ke level 64.472,09. Sementara itu, indeks yang lebih luas, Topix, justru menguat 0,51% ke posisi 4.031,75.

AS menghentikan sementara serangan udara ke Iran setelah hampir dua pekan melancarkan operasi militer.

Di sisi lain, seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa Teheran juga akan menghentikan serangan selama Washington melakukan hal yang sama.

Harapan terhadap penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi mendorong harga minyak dunia turun lebih dari 5% pada Senin.

Ekonom Senior Sony Financial Group Takayuki Miyajima mengatakan, penurunan harga minyak menjadi sentimen positif bagi pasar saham Jepang.

"Berkurangnya kekhawatiran terhadap kenaikan harga minyak mentah seharusnya mendukung pasar saham Jepang secara keseluruhan. Selain itu, aksi pembelian kembali saham (buyback) juga diperkirakan menopang emiten yang sebelumnya mengalami tekanan sepanjang pekan lalu," ujarnya.

Meski demikian, Miyajima menilai investor masih berhati-hati karena menunggu laporan keuangan sejumlah perusahaan teknologi besar di Amerika Serikat.

"Dengan perusahaan-perusahaan cloud besar AS akan merilis laporan keuangan pekan ini, investor kemungkinan enggan melakukan pembelian agresif sambil menilai rencana belanja modal dan kemampuan perusahaan memonetisasi investasi di bidang kecerdasan buatan (AI)," tambahnya.

Baca Juga: Bursa Australia Melonjak Hampir 1% Senin (27/7) Pagi, Ketegangan Timur Tengah Mereda

Fokus pada laporan keuangan

Pekan ini pasar akan disibukkan oleh laporan keuangan emiten di Jepang dan AS, serta keputusan suku bunga dari sejumlah bank sentral.

Di Jepang, produsen peralatan pengujian chip Advantest dijadwalkan merilis laporan keuangan pada Rabu (29/7), sedangkan produsen chip memori Kioxia akan melaporkan kinerjanya pada Jumat (31/7).

Secara keseluruhan, pergerakan saham di bursa Tokyo cenderung positif. Dari 225 saham anggota Nikkei, sebanyak 173 saham menguat, sementara 52 saham melemah.

Namun, beberapa saham teknologi mengalami tekanan. Saham Kioxia turun 7%, disusul produsen kabel dan serat optik Fujikura yang melemah 6,18%.

Baca Juga: Surat Gianni Infantino untuk Argentina Bocor, Perkuat Tudingan FIFA Tak Netral

Sementara itu, saham Shin-Etsu Chemical merosot hingga 6,13% setelah proyeksi laba bersih konsolidasi perusahaan untuk tahun buku penuh berada di bawah ekspektasi pasar.

Di sisi lain, saham perusahaan jasa pengujian perangkat lunak Shift menjadi penguat terbesar di indeks Nikkei dengan kenaikan 7,04%.

Disusul oleh saham perusahaan konsultan BayCurrent yang naik 6,04%, serta penerbit gim daring Nexon yang menguat 5,68%.