KONTAN.CO.ID - Bursa saham Jepang berhasil berbalik menguat pada perdagangan Senin (29/6/2026), setelah saham-saham terkait semikonduktor memangkas kerugian menyusul pengumuman proyek investasi besar di sektor chip dan kecerdasan buatan (AI) oleh pemerintah Korea Selatan.
Baca Juga: KOSPI Ditutup Nyaris Datar Senin (29/6), Sambut Mega Proyek Chip dan AI Korea Selatan Mengutip
Reuters, indeks Nikkei 225 ditutup naik 0,15% ke level 69.468,11, setelah sempat merosot hingga 1,97% pada awal sesi perdagangan. Sementara itu, indeks yang lebih luas, Topix, menguat 0,47% menjadi 3.982.
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengumumkan bahwa dua produsen chip memori terbesar dunia, Samsung Electronics dan SK Hynix, bersama para pemasoknya akan menginvestasikan sekitar US$ 520 miliar untuk membangun dua fasilitas fabrikasi chip baru di negara tersebut. "Yang membuat Nikkei turun adalah saham-saham terkait chip, dan yang kemudian mendorong indeks berbalik menguat juga berasal dari saham-saham chip," ujar Kepala Strategi IwaiCosmo Securities, Kazuaki Shimada.
Baca Juga: Bursa Australia Ditutup Naik Senin (29/6), Gencatan Senjata AS-Iran Bikin Lega Saham produsen chip memori Kioxia berhasil memangkas pelemahannya meski tetap ditutup turun 4,5%. Sementara itu, produsen alat uji chip Advantest turun 1,51%. Berbeda dengan dua emiten tersebut, produsen peralatan semikonduktor Tokyo Electron justru menguat 2,44%. Saham-saham chip Jepang sebelumnya sempat tertekan setelah Philadelphia Semiconductor Index di Amerika Serikat anjlok 5,3% pada perdagangan Jumat. Koreksi tersebut mencerminkan tingginya volatilitas saham-saham terkait AI yang selama beberapa tahun terakhir menjadi motor penguatan Wall Street.
Baca Juga: UPDATE: Harga Minyak Dunia Naik Lagi Senin (29/6), Brent ke US$ 72,44 Analis Tokai Tokyo Intelligence Laboratory Shuutarou Yasuda mengatakan pada perdagangan Senin investor mulai melakukan rotasi dari saham-saham AI menuju saham yang sebelumnya mengalami tekanan. Menurutnya, pasar juga mulai khawatir harga chip memori telah meningkat terlalu tinggi. "Ada kekhawatiran di pasar bahwa harga chip memori sudah naik terlalu tinggi," katanya. Sentimen tersebut justru menguntungkan perusahaan yang menggunakan chip sebagai bahan baku. Saham produsen gim Nintendo, yang sebelumnya tertekan akibat kenaikan harga chip memori, melonjak 5,25%, sementara Sony Group naik 3,13%. Di sisi lain, Yasuda menilai rapuhnya perjanjian damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran belum menjadi faktor utama yang menggerakkan pasar saham Jepang.
Baca Juga: Serangan Siber Iran Terhadap Israel Melonjak Tiga Kali Lipat Sejak Konflik Memanas Hal itu tercermin dari pelemahan saham-saham sektor energi yang biasanya diuntungkan ketika ketegangan geopolitik meningkat. Indeks sektor pertambangan turun 1,83%, sedangkan saham perusahaan penyulingan minyak melemah 1,07%. Secara keseluruhan, dari lebih dari 1.500 saham yang diperdagangkan di pasar utama Tokyo Stock Exchange, sekitar 69% ditutup menguat, 26% melemah, dan 2% tidak berubah.