KONTAN.CO.ID - Bursa saham Korea Selatan melemah tajam pada perdagangan Selasa (20/10/2026), tertekan aksi jual saham semikonduktor di tengah kekhawatiran terhadap risiko investasi kecerdasan buatan atau
artificial intelligence (AI). Ketidakstabilan politik dan keuangan di Prancis turut menekan sentimen investor di pasar global. Mengutip
Reuters, indeks acuan KOSPI turun 170,63 poin atau 2,96% menjadi 5.597,38 pada pukul 01.32 GMT. Pelemahan ini terjadi setelah indeks tersebut sempat menguat selama dua sesi berturut-turut, menyusul penurunan ke level terendah dalam enam bulan terakhir.
Baca Juga: Bursa Asia Berguguran Selasa (20/10), Investor Menanti Kinerja Emiten AI Analis Mirae Asset Securities Seo Sang-young mengatakan, meskipun penurunan saham chip AI belakangan ini dinilai berlebihan dalam jangka pendek, risiko kredit dari investasi AI masih belum terselesaikan. Menurut Seo, keberlanjutan pemulihan saham Korea Selatan juga masih menghadapi tantangan akibat ketidakstabilan keuangan Eropa dan kenaikan imbal hasil obligasi. Tekanan terbesar datang dari saham perusahaan semikonduktor. Saham Samsung Electronics turun 1,61%, sedangkan saham SK Hynix merosot 4,62%. Kekhawatiran investor terhadap prospek investasi AI juga tercermin dari debut saham Elice Group, perusahaan infrastruktur AI Korea Selatan. Saham perusahaan tersebut dibuka 16% di bawah harga penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO). Pelemahan meluas ke sejumlah saham berkapitalisasi besar lainnya. Saham LG Energy Solution turun 2,08%, Hyundai Motor terkoreksi 3,37%, dan Kia Corp melemah 3,02%. Saham perusahaan baja POSCO Holdings turun 2,23%, sedangkan Samsung BioLogics terkoreksi 0,63%. Tekanan jual terlihat merata di pasar. Dari total 913 saham yang diperdagangkan, hanya 95 saham menguat, sementara 803 saham melemah. Investor asing juga mencatatkan penjualan bersih saham senilai 480 miliar won atau sekitar US$ 361,41 juta.
Baca Juga: Trump Peringatkan AS Bisa Bernasib seperti Prancis Jika Demokrat Menang Ketidakstabilan Eropa ikut menekan sentimen Selain kekhawatiran terhadap investasi AI, gejolak pasar keuangan Eropa turut memengaruhi selera risiko investor. Pasar Prancis melemah pada Senin setelah gelombang demonstrasi memperlihatkan tantangan pemerintah dalam menekan defisit anggaran yang besar. Tekanan tersebut tercermin pada penurunan harga obligasi dan saham yang tercatat di Paris, serta pelemahan euro.
Ketidakpastian di Prancis, sebagai ekonomi terbesar kedua di zona euro, turut membatasi pergerakan saham Eropa dalam kisaran terbatas selama sebulan terakhir. Di pasar valuta asing Korea Selatan, nilai tukar won tercatat di 1.327,8 per dolar AS pada platform penyelesaian domestik, menguat 0,40% dibandingkan penutupan sebelumnya di 1.333,1. Sementara itu, kontrak berjangka obligasi pemerintah Korea Selatan tenor tiga tahun untuk Desember naik 0,01 poin menjadi 102,93. Namun, imbal hasil obligasi pemerintah tenor tiga tahun naik 0,2 basis poin menjadi 3,882%, sedangkan imbal hasil tenor 10 tahun meningkat 6,6 basis poin menjadi 4,220%.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Turun Selasa (20/10), Investor Menanti Keputusan Suku Bunga The Fed