KONTAN.CO.ID - Bursa saham Korea Selatan terkoreksi lebih dari 3% pada perdagangan Kamis (6/8/2026), setelah mencatat reli selama dua sesi berturut-turut. Pelemahan dipicu oleh penurunan saham-saham semikonduktor berkapitalisasi besar yang mengikuti pelemahan saham teknologi di Wall Street.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun Kamis (6/8) Pagi, Brent ke US$ 79,08 & WTI ke US$ 74,69 Mengutip
Reuters, indeks acuan KOSPI turun 3,1% menjadi 6.394,69 pada pukul 00.33 GMT. Sebelumnya, indeks ini telah melonjak lebih dari 5% dalam dua sesi perdagangan terakhir. Tekanan datang setelah indeks Nasdaq di Amerika Serikat melemah semalam akibat penurunan saham SpaceX dan Advanced Micro Devices (AMD) menyusul rilis laporan keuangan keduanya. Di Korea Selatan, saham Samsung Electronics turun 2,44%, sedangkan SK Hynix anjlok 6,95%. Sementara itu, produsen baterai LG Energy Solution melemah 0,15%. Reuters sebelumnya melaporkan bahwa Samsung Electronics dan SK Hynix tengah mengevaluasi peralatan produksi chip buatan perusahaan China, Advanced Micro-Fabrication Equipment (AMEC), untuk kemungkinan digunakan di pabrik mereka di China.
Baca Juga: Daftar Bursa Saham Terbesar Dunia 2026, Nilai Pasar AS Tembus Rp1,34 Kuadriliun Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi terhadap potensi pengetatan aturan ekspor teknologi dari Amerika Serikat. Di sektor otomotif, saham Hyundai Motor turun 0,37%, sedangkan Kia Corp naik 1,43%. Sementara itu, saham POSCO Holdings menguat 0,47%, sedangkan Samsung Biologics turun 0,27%. Di sisi makroekonomi, Kementerian Keuangan Korea Selatan menyatakan peluang pertumbuhan ekonomi mencapai 3% semakin besar setelah pemerintah menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026 menjadi 3,0%, dari sebelumnya 2,0% pada bulan lalu. Dari total 895 saham yang diperdagangkan, sebanyak 526 saham menguat dan 311 saham melemah.
Baca Juga: Mahkamah Agung Batalkan Tarif Trump, Pemerintah AS Kembalikan US$ 100 Miliar Investor asing tercatat membukukan aksi jual bersih saham senilai 154,5 miliar won atau sekitar US$ 108,54 juta. Di pasar valuta asing, mata uang won Korea Selatan menguat tipis 0,06% menjadi 1.421,7 won per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level 1.422,5 won per dolar AS. Sementara itu, di pasar obligasi, imbal hasil obligasi pemerintah Korea Selatan tenor tiga tahun dan 10 tahun relatif stabil.