Bursa Korea Selatan Catat Kinerja Terbaik 5 Tahun pada Jumat (10/4), Ini Sentimennya



KONTAN.CO.ID - Pasar saham Korea Selatan menguat signifikan pada akhir pekan dan mencatat kinerja mingguan terbaik dalam lebih dari lima tahun, seiring meningkatnya optimisme terhadap keberlanjutan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Melansir Reuters, indeks acuan KOSPI ditutup naik 80,86 poin atau 1,40% ke level 5.858,87 pada Jumat (10/4/2026), setelah sempat melonjak lebih dari 2% selama sesi perdagangan.

Secara mingguan, KOSPI melesat 8,96%, menjadi kenaikan terbesar sejak Januari 2021, sekaligus mengakhiri tren penurunan dua pekan berturut-turut.


Baca Juga: Indeks Nikkei Jepang Catat Kinerja Terbaik Sejak 2024 pada Jumat (10/4)

Sentimen positif didorong oleh harapan bahwa gencatan senjata di Timur Tengah akan bertahan.

Pemerintah AS bahkan dijadwalkan menggelar pertemuan lanjutan pekan depan untuk membahas negosiasi antara Israel dan Lebanon.

Analis Daishin Securities Lee Kyoung-min mengatakan bahwa meski ketidakpastian masih ada, optimisme saat ini lebih dominan dibandingkan kekhawatiran di pasar.

Di sisi kebijakan, bank sentral Korea Selatan mempertahankan suku bunga acuannya, mencerminkan sikap hati-hati di tengah risiko inflasi akibat konflik Iran dan potensi perlambatan ekonomi, mengingat ketergantungan tinggi negara tersebut terhadap energi dari Timur Tengah.

Dari sisi saham, emiten teknologi menjadi penopang utama. Samsung Electronics naik 0,98%, sementara SK Hynix melonjak 2,91%.

Baca Juga: Bursa Australia Catat Kinerja Terbaik Sejak 2022 Jumat (10/4), Investor Masih Waspada

Sebaliknya, produsen baterai LG Energy Solution turun 2,14%. Saham otomotif Hyundai Motor stagnan, sementara Kia Corp melemah 1%.

Di sektor lainnya, POSCO Holdings naik 0,54%, sedangkan Samsung Biologics turun 0,57%.

Dari total 913 saham yang diperdagangkan, sebanyak 719 saham menguat, sementara 164 saham melemah, mencerminkan dominasi sentimen positif di pasar.

Investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih senilai 1,1 triliun won atau sekitar US$742 juta.

Baca Juga: Bursa Asia Bersinar Jumat (10/4), Catat Kinerja Mingguan Terbaik Sejak 2022

Di pasar mata uang, won Korea melemah ke level 1.482,5 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di 1.474,7.

Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah Korea tenor tiga tahun naik 1,9 basis poin menjadi 3,360%, dan yield obligasi 10 tahun naik 2,1 basis poin ke level 3,681%.