KONTAN.CO.ID - Bursa saham Korea Selatan melemah pada perdagangan Rabu (7/10/2026). Investor cenderung
wait and see menjelang rilis laporan keuangan Samsung Electronics yang akan menjadi indikator penting untuk melihat prospek permintaan chip terkait kecerdasan buatan (AI). Mengutip
Reuters, Rabu (7/10/2026), indeks acuan KOSPI turun 43,20 poin atau 0,62% menjadi 6.898,19 pada pukul 01.38 GMT. Saham Samsung Electronics bergerak naik tipis 0,18%, setelah sempat menguat lebih dari 2% pada awal perdagangan. Sementara itu, saham perusahaan chip pesaingnya, SK Hynix, terkoreksi 1,52%.
Baca Juga: Houthi Lancarkan 2 Rudal ke Bandara Aden, Konflik Yaman Memanas Samsung Electronics dijadwalkan merilis laporan kinerja kuartal III pada Kamis (8/10/2026). Perusahaan diperkirakan membukukan lonjakan laba operasional hampir sembilan kali lipat secara tahunan, didorong kuatnya permintaan terhadap chip untuk kebutuhan AI. Namun, ekspektasi tersebut mulai menghadapi tekanan. Analis telah memangkas proyeksi laba Samsung Electronics hampir 8% sejak akhir Agustus. "Potensi kenaikan pasar domestik akan terbatas oleh sentimen wait and see menjelang laporan keuangan Samsung Electronics serta kehati-hatian investor menjelang libur pada akhir pekan ini," kata Han Ji-young, analis Kiwoom Securities. Pasar keuangan Korea Selatan juga akan ditutup pada Jumat (9/10/2026) karena hari libur nasional.
Baca Juga: Jelang COP31, Negara-negara Didesak Perkuat Aksi Tekan Pemanasan Global Sejumlah saham berkapitalisasi besar lainnya bergerak beragam. Saham produsen baterai LG Energy Solution naik 0,38%. Sebaliknya, saham Hyundai Motor turun 2,16% dan Kia Corp melemah 1,95%. Saham produsen baja POSCO Holdings juga turun 2,36%, sementara saham perusahaan farmasi Samsung BioLogics terkoreksi 1,91%. Dari total 911 saham yang diperdagangkan, sebanyak 415 saham menguat dan 438 saham melemah. Investor asing tercatat melakukan penjualan bersih saham senilai 865,3 miliar won atau sekitar US$646,93 juta.
Di pasar valuta asing, won Korea Selatan diperdagangkan pada level 1.338,3 won per dolar AS di platform penyelesaian domestik, menguat tipis 0,04% dibandingkan penutupan sebelumnya di 1.338,8 won per dolar AS.
Baca Juga: JD Vance: Iran Harus Pangkas Pengayaan Uranium untuk Akhiri Perang Sementara itu, di pasar surat utang, kontrak berjangka obligasi pemerintah Korea Selatan tenor tiga tahun untuk Desember turun 0,01 poin menjadi 102,62. Imbal hasil obligasi pemerintah Korea Selatan tenor tiga tahun yang paling aktif diperdagangkan naik 1,4 basis poin menjadi 3,949%. Adapun imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun naik 1,1 basis poin menjadi 4,384%.