Bursa Korea Selatan Melemah Senin (19/10), Khawatir Keberlanjutan Investasi AI



KONTAN.CO.ID - Bursa saham Korea Selatan melemah pada awal perdagangan pekan ini, Senin (19/10/2026), seiring kekhawatiran investor terhadap keberlanjutan investasi kecerdasan buatan (AI).

Tekanan tersebut mengikuti penurunan tajam saham teknologi Amerika Serikat (AS) pada akhir pekan lalu.

Mengutip Reuters, indeks acuan KOSPI turun 34,04 poin atau 0,60% ke level 5.634,01 pada pukul 01.53 GMT.


Pada awal perdagangan, indeks sempat anjlok lebih dari 3% sebelum memangkas kerugian dan bergerak ke zona positif untuk sementara waktu.

Baca Juga: Ekonomi China Tumbuh 4,5% pada Kuartal III-2026, Lampaui Ekspektasi

Aksi beli saat harga turun atau buy on dip membantu membatasi pelemahan indeks. Namun, sentimen pasar masih dibayangi kekhawatiran mengenai kemampuan investasi AI untuk mempertahankan pertumbuhan di tengah besarnya belanja modal perusahaan teknologi.

Pada pekan lalu, KOSPI mencatat penurunan mingguan terdalam dalam 18 tahun. Pelemahan terutama dipicu oleh saham-saham produsen chip, seiring meningkatnya keraguan investor terhadap keberlanjutan investasi AI.

Di Wall Street, saham-saham AS ditutup merosot tajam pada Jumat (16/10/2026). Saham perusahaan teknologi terkait AI, termasuk CoreWeave dan Broadcom, kembali berada di bawah tekanan. Kenaikan harga minyak juga menambah kekhawatiran investor menjelang akhir pekan.

Analis Kiwoom Securities Han Ji-young mengatakan, minat investor untuk membeli saham saat harga turun masih tinggi karena saham semikonduktor berada dalam kondisi jenuh jual atau oversold.

Di antara saham unggulan, Samsung Electronics turun 0,12% setelah sempat merosot lebih dari 3% pada awal perdagangan. Saham sesama produsen chip, SK Hynix, melemah lebih dalam sebesar 3,22%.

Meski demikian, sejumlah saham berkapitalisasi besar bergerak menguat. Saham LG Energy Solution naik 4,71%, sementara Hyundai Motor dan Kia masing-masing menguat 2,40% dan 3,18%. Saham POSCO Holdings bertambah 3,37%, sedangkan Samsung BioLogics melonjak 6,70%.

Baca Juga: Ancaman Bom, Pesawat Austrian Airlines dari Tel Aviv Mendarat di Sofia

Dari total 913 saham yang diperdagangkan, sebanyak 388 saham menguat dan 483 saham melemah. Investor asing tercatat melakukan penjualan bersih saham senilai 38,3 miliar won atau setara US$ 28,7 juta.

Di pasar valuta asing, won Korea Selatan diperdagangkan pada level 1.334,5 per dollar AS, menguat 0,15% dibandingkan penutupan sebelumnya di 1.336,5 per dollar AS.

Sementara itu, di pasar obligasi, kontrak berjangka obligasi pemerintah Korea Selatan tenor tiga tahun untuk pengiriman Desember turun 0,01 poin ke level 103,04.

Imbal hasil obligasi pemerintah tenor tiga tahun turun 3,3 basis poin menjadi 3,849%, sedangkan imbal hasil obligasi tenor 10 tahun naik 0,7 basis poin ke level 4,170%.