KONTAN.CO.ID - Bursa saham Korea Selatan menguat untuk hari ketiga berturut-turut pada perdagangan Kamis (23/7/2026), didorong pertumbuhan ekonomi yang melampaui ekspektasi berkat kuatnya ekspor semikonduktor serta optimisme terhadap belanja kecerdasan buatan (AI) oleh perusahaan teknologi Amerika Serikat. Mengutip
Reuters, hingga pukul 02.06 GMT, indeks acuan KOSPI naik 206,54 poin atau 3,04% ke level 7.004,24.
Baca Juga: Mata Uang Asia Bergerak Terbatas Kamis (23/7), Won Korea Selatan Menguat Paling Besar Dalam tiga sesi terakhir, KOSPI telah melonjak lebih dari 7%. Meski demikian, indeks tersebut masih turun sekitar 23% dibandingkan rekor penutupan tertinggi yang dicapai pada 22 Juni. Di pasar valuta asing, won Korea Selatan menguat ke 1.467,6 per dolar AS di pasar domestik, level terkuat sejak pertengahan Mei. Di pasar offshore, won juga menguat sekitar 0,6% menjadi 1.468,0 per dolar AS. Pertumbuhan ekonomi melampaui perkiraan Ekonomi Korea Selatan tumbuh 0,6% pada kuartal II 2026 dibandingkan kuartal sebelumnya (
quarter to quarter/qtq) setelah disesuaikan secara musiman. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan estimasi median ekonom dalam jajak pendapat Reuters yang memperkirakan pertumbuhan 0,4%.
Baca Juga: Thailand Perketat Aturan Transaksi Emas, Pembayaran Tunai Bakal Dibatasi Meski melambat dari pertumbuhan 1,8% pada kuartal I, data tersebut menunjukkan bahwa ekspor semikonduktor masih mampu menopang aktivitas ekonomi di tengah dimulainya siklus pengetatan kebijakan moneter oleh Bank of Korea (BoK). Ekonom Asia ANZ, Krystal Tan, mengatakan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan meningkatkan peluang BoK kembali menaikkan suku bunga pada Agustus. "Data PDB kuartal II yang lebih kuat dari perkiraan meningkatkan peluang Bank of Korea kembali menaikkan suku bunga pada Agustus," ujar Tan. Menurutnya, aktivitas ekonomi yang tetap tangguh serta kenaikan harga energi yang berpotensi mendorong inflasi membuat risiko kebijakan moneter kini condong ke arah kenaikan suku bunga bulan depan. Saham chip memimpin penguatan Saham-saham sektor semikonduktor menjadi motor penguatan pasar setelah Alphabet dan Tesla kembali menegaskan besarnya belanja infrastruktur AI, yang diperkirakan akan menjaga permintaan terhadap chip dan memori pusat data. Saham SK Hynix melonjak hingga 6,5%, sedangkan Samsung Electronics naik hingga 4,8%.
Baca Juga: Lapangan Kerja Australia Melonjak pada Juni, Tingkat Pengangguran Tetap 4,4% Selain itu, LG Energy Solution menguat hampir 4%, Hyundai Motor naik 3,6%, Kia Corp bertambah 1,9%., POSCO Holdings menguat 4%, dan Samsung Biologics naik 2,1%.
Dari total 913 saham yang diperdagangkan di bursa, sebanyak 796 saham menguat dan hanya 90 saham yang melemah. Investor asing juga mencatatkan pembelian bersih saham senilai sekitar 1,06 triliun won atau sekitar US$ 722 juta, menunjukkan kembali masuknya aliran dana asing ke pasar saham Korea Selatan. Di pasar obligasi, kontrak berjangka obligasi pemerintah Korea Selatan tenor tiga tahun untuk pengiriman September naik 0,01 poin menjadi 102,71. Sementara itu, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah tenor tiga tahun turun 0,7 basis poin menjadi 3,909%, sedangkan yield obligasi tenor 10 tahun naik 2,4 basis poin menjadi 4,378%.